PASURUAN I bidik.news – Inovasi Jelita Siaga (Jemput, Lindungi dan Tangani) diluncurkan RSUD Bangil pada 2022. Yakni pasca pandemi covid-19. Tujuannya sederhana tapi krusial yaitu menurunkan angka kematian ibu dan bayi.
Inovasi ini bukan sekadar program, tapi gerakan untuk menyelamatkan nyawa ibu dan bayi di titik paling genting, saat persalinan darurat.
“Kalau pendarahan, nggak bisa ditunda. Penanganan harus cepat. Karena darah bisa keluar dalam hitungan menit,” ujar Direktur RSUD Bangil dr. Arma Roosalina, M.Kes, Kamis siang (4/9/2025) saat dikonfirmasi.
Inovasi ini terus berkembang hingga saat ini dan lahirlah versi baru: Jelita Siaga (Jemput Layani Tangani, Sistem Pemantauan Terintegrasi Bersama Bidan Wilayah).
Bukan hanya menjemput pasien, tapi memastikan kolaborasi lintas lini. Mulai dari bidan desa, puskesmas, hingga fasilitas kesehatan swasta, semuanya harus satu visi.
‘Kami nggak bisa kerja sendiri. Sistem kesehatan di kabupaten itu teamwork. Harus saling bantu,” ujar Arma.
Ketika ada ibu dengan kondisi gawat darurat, RSUD Bangil tak menunggu laporan resmi. Begitu sinyal bahaya datang–baik dari bidan maupun puskesmas– ambulans lengkap langsung bergerak. Bukan sekadar membawa, tapi langsung menangani di tempat.
Ambulans mereka bukan kendaraan kosong. Di dalamnya ada tenaga medis–dokter dan bidan–plus peralatan lengkap. Bahkan, teknik-teknik penanganan pendarahan seperti kompresi bimanual sudah dilakukan sejak masih di lapangan. Tak heran jika angka kematian ibu dan bayi yang ditangani RSUD Bangil terus menurun sejak program ini berjalan.
Kolaborasi tak berhenti di penanganan darurat. Setelah ibu dan bayi pulang, ada mekanisme rujuk balik. Tidak sekadar kertas, tapi komunikasi intensif melalui grup di media sosial antara rumah sakit dan fasilitas kesehatan rujukan.
“Pasien pulang bukan berarti aman. Jadi, kami pantau juga lewat bidan desa melalui program Post Natal Care (PNC),” imbuh Arma.
Kini, inovasi Jelita Siaga sudah berjalan dengan baik sehingga tujuan menekan kematian ibu dan bayi berhasil dengan sukses. (rusdi)











