Penanganan Stroke Pre-Hospital Sangat Penting
Teks gambar
Penangan pasien stroke oleh dokter ahli di RSUD Bangil Kabupaten Pasuruan.
PASURUAN I bidik.news – Stroke menjadi salah satu penyakit yang paling ditakuti di dunia, termasuk Indonesia. Penyakit ini dapat mengakibatkan kecacatan permanen bahkan kematian.
Di Indonesia, stroke menempati urutan ketiga sebagai penyebab kematian tertinggi, dengan angka mencapai 138.268 jiwa atau 9,7% dari seluruh kematian.
Gejala stroke dapat dikenali melalui beberapa tanda pada tubuh. Seperti sakit kepala yang sangat parah dan mendadak, kelemahan pada wajah, lengan, dan kaki, kesulitan berbicara, gangguan keseimbangan saat berjalan, muntah, dan penurunan kesadaran.
Mengingat betapa berbahayanya stroke, penanganan yang tepat sangat penting. Terutama pada saat pertolongan pertama.
Dalam dunia medis, pertolongan pertama pada stroke dikenal sebagai “pre-hospital”.
Hal itu penting, karena stroke memerlukan penanganan medis dalam “golden periode”, yaitu 4,5 jam pertama sejak gejala muncul.
Periode ini sangat krusial, karena penanganan medis yang tepat dapat meminimalkan kerusakan otak.
Tindakan cepat dan tepat dalam menangani stroke dapat membatasi kerusakan otak, mengurangi risiko kecacatan, dan bahkan mencegah kematian.
Jika Anda mengenali tanda-tanda darurat stroke, sambil menunggu bantuan medis atau ambulans, lakukan pertolongan pertama.
Apabila pasien sadar, posisikan kepala dan bahu lebih tinggi dari tubuh. Gunakan bantal empuk dan jaga suhu tubuh pasien tetap nyaman.
Longgarkan pakaian yang ketat dan pastikan jalan napas bersih dan tidak terhambat. Hindari memberikan makanan atau minuman kepada pasien stroke.
Jika pasien dalam kondisi tidak sadar atau pingsan. Periksa apakah dada pasien bergerak naik turun.
Dengarkan apakah pasien bernapas. Jika tidak, lakukan resusitasi jantung paru (RJP). Baringkan pasien telentang, berlutut di sampingnya, dan berikan 30 kompresi dada.
Lakukan kompresi dada yang kuat dan cepat, atau berikan napas buatan.
Ulangi kompresi dada dan napas buatan hingga pasien menunjukkan tanda-tanda kehidupan atau sampai petugas medis tiba.
“Pasien dengan gejala stroke sebaiknya tidak dibiarkan terlalu lama di rumah. Penanganan harus cepat, terutama saat serangan terjadi, maksimal tiga jam harus sudah ditangani,” kata Direktur RSUD Bangil, dr. Arma Roosalina, ditemui di sela-sela kesibukannya, Jumat siang (15/8/2025).
Terkait dengan pre-hospital pada pasien stroke, Arma mengingatkan penanganan cepat, termasuk pemberian alteplase, obat yang terbukti secara medis dapat membuka sumbatan pembuluh darah.
Sehingga, fungsi organ seperti kaki, tangan, atau kemampuan bicara bisa pulih sepenuhnya.
“Tindakan cepat dan tepat dalam penanganan stroke, dapat meminimalkan kerusakan otak, mengurangi kecacatan, hingga menghindarkan pasien dari kematian,” imbuh Arma.
Arma menambahkan siapkan layanan khusus tangani stroke tersebut. Layanan penanganan stroke di RSUD Bangil, berupa Stroke Holistik.
“Intinya, RSUD Bangil sudah menyiapkan penangan stroke secara detail dan menyeluruh,” ungkap wanita berjilbab ini. (rusdi)











