SURABAYA l bidik.news – Menjelang masa angkutan mudik Lebaran, infrastruktur jalan menjadi salah satu fokus utama yang harus segera dibenahi.
Terkait hal ini, Anggota Fraksi Golkar DPRD Jatim Sumardi menyoroti masih banyaknya titik jalan yang berlubang dan rusak, serta mendesak instansi terkait untuk mengambil tindakan perbaikan secepat mungkin demi keselamatan dan kenyamanan para pengguna jalan.
Menurut Sumardi, selain rekayasa lalu lintas yang mungkin diperlukan untuk mengurai kepadatan, perbaikan fisik jalan jauh lebih mendesak untuk segera diselesaikan sebelum volume kendaraan pemudik meningkat drastis.
“Rekayasa lalu lintas mungkin perlu, tapi tidak seberapa dampaknya jika jalannya tidak diperbaiki. Paling tidak, masalah jalan rusak ini segera diperhatikan. Dinas Bina Marga harus mengambil tindakan yang cepat untuk perbaikan, karena jalan berlubang itu masih banyak dijumpai,” ungkap Sumardi pada Sabtu ( 7/3/2026 ).
Pentingnya Koordinasi Lintas Instansi
Sumardi juga menyoroti adanya kewenangan jalan yang berbeda-beda, seperti jalan berstatus nasional yang berada di bawah wewenang Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN). ,
Menurutnya perbedaan kewenangan ini tidak boleh menjadi hambatan lambatnya penanganan.
Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya komunikasi dan kolaborasi proaktif dari Dinas Bina Marga di daerah dengan pihak pemerintah pusat atau Balai.
“Jalan nasional (Jalan Balai) itu kan punya pusat. Paling tidak, Dinas Bina Marga di daerah juga perlu segera melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait, agar perbaikan jalan-jalan tersebut bisa segera dilakukan secara menyeluruh,” tegasnya.
Selain jalan utama yang bergelombang, Sumardi juga mengingatkan bahwa kondisi jalan di beberapa titik lainnya juga banyak yang mulai mengalami kerusakan dan rawan berlubang jika tidak ada penanganan preventif.
Ia berharap, keluhan masyarakat terkait akses jalan ini segera direspons melalui langkah nyata di lapangan, sehingga potensi kecelakaan akibat infrastruktur yang buruk selama arus mudik dan balik dapat diminimalisasi.( Rofik )











