SURABAYA – Jawa Timur sepertinya menjadi sasaran para pengedar pil terlarang . Dalam dua minggu ini , jutaan pil koplo berhasil disita Satnarkoba Polrestabes Surabaya , dimana sebelumnya berhasil menyita jutaan pil koplo . Kini kembali berhasil menyita jutaan pil yang sama . Bila sebelumnya telah menyita 2 juta butir pil koplo dari sebuah kantor ekspedisi, kali ini sebanyak 1,5 juta pil koplo di sita.
1,5 juta pil koplo jenis Dextro itu rencananya akan dikirim ke Banyuwangi melalui ekspedisi. Kasat Satresnarkoba Polrestabes Surabaya Kompol Memo Ardian penggagalan pengiriman jutaan pil itu berkat pengembangan dari 2 juta pil dobel L sebelumnya.
“Kami kembangkan terus kita cek kok ada kiriman lagi. Pas kita buka ternyata 1,5 juta pil dextro yang dikemas dalam kardus,” kata Memo yang dikutip dari detikcom, Selasa (10/12/2019).
Hal ini sama seperti pengiriman sebelumnya, Memo mengungkapkan pil tersebut juga berhasil ditemukan di sekitar gudang ekpedisi yang akan dikirim ke Banyuwangi. Sedangkan pengirimnya juga sama dari Jogja.
“Kami temukan agak dekat-dekat situ juga di gudang ekspedisi. Itu mau dikirim ke Banyuwangi. Makanya masih kami lidik,” ungkapnya.
“Sama pengirimnya. Dari Jogja tapi Jogja , mau kita cek ke sana sudah ramai,” tambah Memo.
Untuk pemesannya pil koplo jenis Dextro ini belum kita ketahui .Tapi yang pemesannya dobel L sebelumnya sudah kita ketahui,” tandasnya.
Seperti diketahui hanya dalam waktu kurang lebih dua Minggu, polisi berhasil menggagalkan pengiriman sebanyak 2 kali sebanyak jutaan butir pil yang terlarang ke Jatim. Jutaan butir pil tersebut disita dalam puluhan kardus di sebuah kantor ekspedisi di Surabaya.
Tak hanya mengamankan jutaan pil koplo tersebut, polisi juga mengamankan tiga orang yang diduga terlibat kasus tersebut.











