JEMBER – Menjelang penyelenggaraan Festival Ham (Hak Asasi Manusia) 2019 ke-VI di Kabupaten Jember, Bupati Jember dr. Hj Faida MMR, bersama pihak terkait menggelar konferensi Pers di lobby bawah Pemkab Jember (Ruang Media Center), Rabu (20/11/2019).
Selain Bupati, Konferensi Pers tersebut dihadiri Ketua Komnas Ham, Ahmad Taufan, D. Riri Khairiroh (Komnas Perempuan), Sugeng Bahagjo (Direktur INFID) dan para penggiat Ham serta puluhan Awak Media.
Terpilihnya Kabupaten Jember menjadi penyelenggara Festival HAM Internasional tahun 2019 ini berdasarkan hasil survey Internasional NGO forum on Indonesia Development (INFID) tahun 2018 tentang pengaplikasian Kabupaten/kota ramah HAM dan layak HAM secara komprehensif.
Ada 17 item, sebagai indikator daerah yang telah melaksanakan program pembangunan berkelanjutan (SDG’s), antaranya pemberantasan kemiskinan yakni pembayaran premi asuransi BPJS untuk masyarakat miskin, pelayanan adminduk gratis baik yang on the sport ataupun pelayanan di Mall.

Item penting lainya adalah pembangunan SDM yang konperhensif, dimana di Kabupaten Jember ada program biasiswa mahasiswa (D3, D4, S1, S2 dan S3) yang hingga kini telah menyerap sebanyak 10.119 mahasiswa.
Dukungan APBD untuk pendidikan di Kabupaten Jember juga telah jauh melampaui batas minimal alokasi anggaran pendidikan yang ditetapkan pemerintah pusat (20%), karena di Jember telah terialisasi anggaran pendidikan sebesar 34%.
Hal tersebut disampaikan oleh Bupati Jember saat menjawab beberapa pertanyaan dari awak media sekaligus memperjelas kenapa Jember di pilih sebagai tuan rumah festival ham 2019.
Masih Bupati,dukungan pemerintah berupa regulasi bagi kalangan disabilitas berupa perda no 7 tahun 2016 (tentang pemenuhan dan perlindungan hak-hak penyandang disabilitas).
Perlindungan dan peningkatan kualitas perempuan, anak dan lansia juga intens dilakukan di Kabupaten Jember dengan dukungan regulasi dan kesempatan berusaha (Job fair perempuan dan difabel pertama di indonesia).
Pembangunan HAM berbasis budaya juga telah teraplikasi dengan baik di Kabupaten Jember, seperti wisata religi malam jum’at manis di PP AL Qodiri, pembangunan embarkasi haji dan keterlibatan kalangan difabel di ajang event Internasional (JFC.
Perlindungan dan pemberdayaan pekerja migran Indonesia (PMI) beserta keluarganya juga intens dilakukan d Kabupaten Jember (regulasi hingga tingkat perdes soal PMI dan pemberdayaan anak PMI-Kampung Tanoker Ledokombo).
Festival Ham ini dilaksanakan mulai tanggal 19 hingga 21 November 2019
Penyelengaraan festival HAM ini, selain dihadiri perwakilan berkompeten dari stakeholder seluruh Indonesia,juga dihadiri perwakilan 20 negara yang kini telah melaksanakan pembangunan Ham berkelanjutan (SDG’s).
Sejumlah pembicara yang hadir dalam rangkaian festival Ham 2019 ini diantaranya Muhadjir Effendi (Menteri PMK RI), Ahmad Taufan D. (Ketua Komnas Ham), Ririn Khairiroh (Komnas perempuan), dr. Faida, MMR (Bupati Jember) Khofifah Indar P.(Gubenur Jatim), Shin Gionggu (Guwngju Mitropolitan City), Nicole Immler (Utrecht), Wahyu Susilo (Direktur Eksekutif Migran Care), Gabriella F. (RWI), Sugeng Bahagjo ( Direktor INFID dan sejumlah pembicara kompeten yang lainya. (Monas)











