SURABAYA – Indosat Ooredoo memberikan bantuan kuota data internet dari Pemerintah melalui Kemendikbud dalam program Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) tahap II yang mulai diimplementasi Maret.
Vikram Sinha, Director & Chief Operating Officer Indosat Ooredoo mengatakan, pihaknya mendukung masyarakat dan pemerintah dimasa pandemi Covid-19 melalui Bantuan Kuota Data Internet tahap II dari Pemerintah kepada Siswa, Mahasiswa, Guru, dan Dosen. Ini untuk mempercepat transformasi digital Indonesia, sejalan dengan visi pemerintah menjadi ekonomi digital terbesar di ASEAN.
“Kami memastikan peningkatan kualitas jaringan 4G kami di seluruh Indonesia, sehingga membantu kelancaran proses belajar dan mengajar secara online dengan lebih baik lagi. Kami percaya dalam kondisi apapun, kita harus memastikan anak-anak dan generasi muda tetap mendapatkan haknya untuk belajar dengan baik dan lancar,” kata Vikram Sinha, Kamis (11/3/2021).
Besaran bantuan kuota data internet berupa 100% kuota utama akan didapatkan pengguna IM3 Ooredoo sesuai jenjang pendidikannya untuk membantu akses informasi saat pembelajaran daring. Untuk PAUD akan mendapatkan kuota 7GB dan untuk Siswa kuota 10GB. Sementara guru kuota yang akan diberikan 12GB, serta kuota 15GB untuk mahasiswa dan dosen.
Kuota utama yang diperoleh dapat digunakan kapan saja dan dimana saja selama 24 jam untuk mengakses internet, berbagai platform & aplikasi belajar online seperti Zoom, Microsoft Teams, Google Classroom, Sekolahmu, Ruangguru, Zenius, dan lainnya serta ke lebih dari 300 portal Pendidikan.
Lebih dari itu, pengguna IM3 Ooredoo juga tidak perlu khawatir saat kuota habis, karena bantuan kuota data internet ini juga dilengkapi benefit Pulsa Safe, selain itu pengguna IM3 Ooredoo juga dapat membeli paket internet lainnya yang dapat berjalan bersamaan dengan kuota bantuan pembelajaran jarak jauh untuk akses internet yang lebih besar.
“Kami menghimbau agar para pengajar dan pelajar yang berhak mendapatkan bantuan kuota dapat mendaftarkan nomor IM3 Ooredoo nya ke sistem Dapodik sekolah atau kampus masing-masing, serta memastikan nomor tersebut selalu dalam keadaan aktif,” pungkas Vikram Sinha.











