SURABAYA| BIDIK.NEWS – Wawasan kebangsaan yang di gelar anggota DPRD Jawa Timur Hadi Dediyansah , D.Pd , M.Hum kali ini mengambil tema sila pertama pancasila dengan menterjemahkan dari butir Pancasila yakni menjaga kerukunan antar umat beragama dan aliran kepercayaan terhadap Tuhan YME dalam kontek agar Kerukunan ini mengilhami perilaku – perilaku masyarakat di kehidupan masyarakat yang nyata .
” Akhir-akhir ini terus terang banyak persoalan di Surabaya terutama para Gangster anak – anak ini menjadi perhatian khusus , kemudian dinamika politik yang semakin memanas. Ini kalau tidak dilandasi dengan sila pertama Pancasila Ketuhanan Yang Maha Esa maka apa jadinya masyarakat kita , ” terang Hadi Dediyansah saat gelar wawasan kebangsaan pada Sabtu ( 3/12/2022 ).
Pria yang akrab di sapa Cak Dedi ini menjelaskan apalagi menjelang tahun politik yang mulai memanas, dinamika politik identitas yang semakin membahayakan untuk menjatuhkan satu sama lain . Maka itu dengan di gelarnya wawasan kebangsaan ini berharap agar semua berjalan sebagaimana mestinya terutama pada politik indentitas yang sangat menghawatirkan ketika kepentingan – kepentingan ini dilakukan dengan menjatuhkan pada persoalan yang akan dihadapi.
” Dengan wawasan kebangsaan ini semoga bisa mencerminkan rasionalitas berpolitik dan berfikir secara jernih dengan menentukan suatu pilihan agar masyarakat harus betul- betul berfikir secara hati nurani. Karena masa depan bangsa ini di tentukan oleh pilihan masyarakat itu sendiri , ” pungkas Wakil Ketua DPD Partai Gerindra Jatim.
Anggota Komisi E DPRD Jatim ini memintah agar masyarakat bisa menunjukan eksistensinya dalam menentukan sikap yakni ikut berpartisipasi politik secara nyata tetapi pilihan kita harus rasional sesuai dengan pikiran kita yang tidak di tunganggi oleh kepentingan- kepentingan sesaat .
” Harapan saya agar masyarakat tidak terjebak oleh persoalan isu-isu yang dilakukan dengan sengaja maupun tidak sengaja oleh para pemegang kepentingan tertentu , ” tegas Cak Dedi bakal pimpin Surabaya masa depan ( Rofik )








