BANYUWANGI – Warga Desa Pondoknongko, Kecamatan Kabat, Banyuwangi digegerkan dengan temuan mayat dalam kondisi hangus terbakar di area kebun kelapa, Sabtu (25/01/2020).
Penemuan mayat tanpa identitas tersebut, berlokasi di Dusun Kedawung, Desa Pondoknongko, Kecamatan Kabat, Kabupaten Banyuwangi.“Warga melaporkan ada mayat terbakar kepada saya sekitar pukul 09:00 WIB, dan saya langsung cek lokasi,” kata Serda Ahmad Fauzi, Bhabinsa Pondoknongko, kepada sejumlah awak media.
Setelah dilakukan pengecekan lokasi kejadian, mayat yang hangus tersebut diketahui berjenis kelamin perempuan, hal itu dikuatkan dengan ditemukannya sandal wanita atau selop berwarna coklat muda dan helm merk INK.
Hariyadi, salah seorang warga setempat saat di lokasi kejadian mengungkapkan, mayat ditemukan dalam kondisi hangus dengan posisi tubuh tengkurap, kaki kiri habis terbakar dan hanya tersisa kaki kanannya saja. “Kondisi mayat sulit dikenali,” ujar Hariyadi.
Sebagai langkah pengamanan, Polisi langsung memasang garis polisi untuk mengungkap kasus dan memperlancar tim INAFIS Polresta Banyuwangi mengambil sample jenazah, dan mencari bukti-bukti lainnya.
Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol. Arman Asmara Syarifudin saat memantau langsung di Tempat Kejadian Perkara (TKP) mengatakan, berdasarkan laporan warga ke Polsek Kabat, mayat perempuan terbakar ditemukan sekitar pukul 08:30 WIB.
Menurutnya, Saat ini tim INAFIS Satreskrim bersama anggota Kepolisian Polresta Banyuwangi masih melakukan penyisiran di lokasi kejadian untuk mencari barang bukti atau petunjuk lainnya.
“Untuk sementara, kita masih lakukan outopsi dan Rekjeken ke Labfor bekerjasama dengan Polda Jatim,” terang Kapolresta.
Polresta Banyuwangi akan terus mendalami kejadian mayat perempuan terbakar ini. Lebih awal pihaknya akan mencari dahulu identitas korban. Sementara petunjuk awal yang ditemukan berupa sandal wanita atau selopo berwarna coklat, helm merk INK dan topi.
“Berdasarkan pernyataan dokter yang melakukan pemeriksaan, mayat tersebut berjenis kelamin perempuan, sedangkan umur belum diketahui, karena menunggu hasil outopsi dan pengambilan DNA, kita masih dalami, karena kejadian ini semua dugaan bisa terjadi,” tutup Kapolresta.










