BANYUWANGI – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Banyuwangi mendorong agar Pemerintah Kabupaten Banyuwangi segera merealokasi anggaran untuk penanganan Covid-19.
Hal itu disampaikan Ketua Fraksi PDI Perjuangan yang juga Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Banyuwangi Ficky Septalinda, Jum’at (27/03/2020).
Menurutnya, dorongan ini berdasarkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 4 Tahun 2020 tentang Refocussing Kegiatan, Realokasi Anggaran, serta Pengadaan Barang dan Jasa dalam rangka Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).
“Pemkab Banyuwangi harus sesegera mungkin melaksanakan Inpres Nomor 4 Tahun 2020, karena dampaknya sudah terasa sampai ke bawah,” kata Ficky.
Ia pun menjelaskan, realokasi anggaran untuk penanganan Covid19 harus di lakukan akselerasi, agar dampaknya bisa diminimalisir, bukan hanya penanganan pasien, tapi juga dampak sosial ekonomisnya terhadap masyarakat.
“Sebagai partainya wong cilik, kami berharap agar juga difikirkan dampak ekonomis pada Yu Nah, Yu Tun. Sehingga, jaring pengaman sosial hendaknya juga di anggarkan dalam realokasi anggaran, agar buruh, pekerja harian, petani, nelayan, dan pelaku usaha mikro dan kecil daya belinya terjaga,” terangnya.
Ficky menambahkan, kebijakan menjaga jarak atau physical distancing memang efektif mencegah penyebaran virus corona, namun akan banyak masyarakat kecil yang terdampak akibat kebijakan tersebut, khususnya bagi mereka yang mengandalkan pendapatan harian.
Oleh karena itu, peran Pemkab juga diperlukan dalam memberikan bantuan sosial. Jadi, tidak hanya menutup tapi harus dibarengi dengan social safety net untuk mendukung kebijakan yang dibuat.
“Terkait hal ini, Fraksi PDI Perjuangan siap melakukan pembahasan bersama eksekutif,” ungkap mahasiswa Program Doktor FISIP UNEJ ini.
Selain mendukung penuh hal-hal yang bersifat kebijakan, DPC PDI Perjuangan Kabupaten Banyuwangi juga telah melaksanakan sejumlah kegiatan dalam rangka mengantisipasi penyebaran Covid-19, diantaranya penyemprotan desinfektan di tempat tempat publik, pembagian masker, jamu tradisional dan sembako.(nng)











