MOJOKERTO – Panitia Khusud (Pansus) DPRD Jatim Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban ( LKPJ ) Gubernur tahun 2021 mengkritisi kinerja OPD Dinas Perhubungan Jawa Timur ( Dishub Jatim), pasalnya banyak terminal milik Pemprov yang areanya sangat luas terkesan monoton hanya dipakai untuk sarana naik turun angkutan umum saja, padahal kalau Dishub Jatim memiliki ide-ide yang kreatif, tempat terminal tersebut bisa di gunakan untuk aktifitas lainnya. Hal ini disampaikan dr Agung Mulyono Anggota Pansus LKPJ saat rapat pansus terkait Kinerja Dishub Jatim.
dr. Agung Mulyono yang Juga Ketua Komisi D DPRD Jatim Ini menegaskan mestinya tempat terminal tersebut selain digunakan untuk keluar masuk bus antar kota ataupun antar provinsi, tempat terminal yang luas tersebut juga bisa digunakan untuk sarana edukasi dan pengembangan UMKM seperti kuliner serta bisa di gunakan untuk tempat pertemuan .
” Buat terminal milik Pemprov Jatim menjadi TKP ( Terminal Kuliner dan Pertemuan). Dishub Jatim harus Kreatif dan inovatif, jangan hanya bisa menyampaikan serapan anggaran saja, ” tegas nya,sabtu ( 9/4/2021).
Politisi asal Partai Demokrat ini juga meminta agar Dinas Perhubungan Jatim menertibkan angkutan umum bus antar kota yang berhenti di luar terminal ,karena akan rawan terjadi kecelakaan.
“Saya melihat masih banyak penumpang yang menghentikan bus di tengah jalan sehingga menyebabkan rawan macet dan terjadi kecelakaan. Ini tugas Dishub menertibkan bus tersebut agar jangan menaikkan penumpang di luar terminal,” tegas pria asal Banyuwangi ini .
Senada, Anggota Pansus LKPJ lainnya Samsul Arifin asal Fraksi PKB mengatakan kalau terminal milik Pemprov kurang di urus dan terkesan kotor.
“Saya melihat sendiri ketika berada di terminal milik Pemrov Jatim yang kumuh dan tempat kamar kecilnya sangat jorok dan berbau amis. Dishub harus segera benahi kinerjanya karena anggarannya sudah terserap maksimal, ” pungkas Samsul Arifin asal Dapil Surabaya.( rofik)












