SURABAYA – Puluhan massa yang tergabung dalam Asosiasi Expeditur SBI menggelar aksi demonstrasi di pergudangan PJKA Stasiun Pasar Turi dan berlanjut ke kantor Daop 8 di jalan Gubeng Surabaya, menuntut PT. KAI terkait kejelasan status mereka sebagai partner kerja dalam bisnis ekspedisi muatan barang.
“Aksi damai ini kami lakukan untuk menyampaikan aspirasi kami atas arogansi PT KAI, dalam hal ini pihak Stasiun Pasar Turi yang semena mena terhadap para ekspeditur kecil di pergudangan PJKA ini,”kata Norma saat ditemui oleh media ini, Kamis (19/2/2020).
Norma menyampaikan, dalam aksi ini terdapat beberapa poin tuntutan yang diajukan oleh pihaknya.
“Pada poin pertama kami menuntut PT. KAI untuk menindak lanjuti arogansi oknum stasiun pasar turi yang telah melakukan penurunan plakat usaha kami tanpa pemberitahuan sebelumnya,”ucap Norma usai melakukan orasi.
Selain itu, masih kata Norma, pada poin kedua para ekspeditur yang diwakilinya menuntut adanya kerjasama secara tertulis antara pengusaha ekspedisi dan pihak PT KAI.
“Hapus segera monopoli ekspedisi angkutan kereta api yang di lakukan PT KAI melalui KA LOG. Karena selama ini kami juga turut andil dengan kelangsungan angkutan barang melalui kereta,”imbuhnya.

Lebih lanjut, Norma mengatakan pihaknya menduga adanya konspirasi yang dilakukan oknum di Stasiun Pasar Turi terkait kerjasama yang dilakukan PT KAI dengan kargo atau ekspedsi yang lebih besar sehingga ekspeditur yang kecil akan dimatikan.
“Sebagai warga negara Indonesia, kami berhak untuk mendapatkan pekerjaan dan penghidupan yang layak berdasarkan Undang undang Negara Republik Indonesia tahun 1945,”lanjutnya.
Usai orasi, puluhan pengusaha ekspedisi tersebut kemudian bergerak menuju kantor Daop VIII Surabaya. Dengan pengawalan ketat, rombongan akhirnya sampai dan langsung menggelar orasi kembali.
Akan tetapi, tak lama melakukan orasi, pihak manajemen PT KAI Daops VIII menerima perwakilan massa diruang humas.
“Alhamdullilah, semua yang kami sampaikan tadi sudah ditampung. Dan kami sudah bisa kembali melaksanakan aktivitas seperti biasanya,”ujar Norma usai melakukan mediasi dengan pihak manajemen PT KAI Daops VIII.
Saat ditanya apakah ia bersama puluhan perusahaan ekspeditur lainya akan melaporkan tindakan oknum pegawai PT KAI Daops VIII yang telah menurunkan plakat perusahaannya , Wanita pemilik ekspedisi New Bintang Cemerlang ini mengaku tidak.
“Yang penting saat ini aspirasi kami sudah diterima dan kami berharap apa yang sudah menjadi notulen pertemuan tadi dijalankan,”ujarnya.
Terpisah, Manajer Humas PT KAI Daops VIII, Suprapto membenarkan telah menampung aspirasi yang dituntut perusahaan ekspeditur.
“Sudah kami tampung dan kami tidak melarang mereka melakukan kegiatan, namun boleh dilakukan diluar ring stasiun,”terangnya.











