MEKAH | bidik.news – Pengalaman unik dan lucu dialami sepasang suami istri Ruli Suprapti dan Khoirul saat pertama kalinya berangkat umroh. Suprapti yang kesehariannya berjualan jajanan lumpia di depan rumahnya di kawasan Jl. Balongsari, Surabaya ini mengaku kaget.
Pasalnya, sehari sebelum keberangkatannya menuju tanah suci Mekah dan Medinah, banyak teman, tetangga dan saudaranya berkunjung ke rumahnya untuk sekedar minta nitip doa bahkan oleh-oleh dari tanah suci Makkah dan Madinah.
Selain itu, pengalaman unik lagi yang dialaminya adalah sempat beberapa kali mengalami penundaan keberangkatan umroh sehingga suami istri ini sempat putus asa dan merasa malu pada tetangga.
“Perjalanan umroh ini menurut saya yang paling mengesankan dalam hidup saya. Karena saya merasa orang biasa-biasa saja yang hanya mengandalkan kelangsungan hidup dari berjualan lumpia,” kata Ruli sembari menyebut atas kuasa Allah SWT, akhirnya doa’nya terkabul dan berangkat pada 9 Oktober 2024.
Ruli juga menceritakan tidak bisa menyembunyikan betapa senang dan bahagianya saat pesawat membawanya dari Bandara Juanda Surabaya menuju mendarat di Bandara Arab Saudi.
“Meski penerbangan cukup lama karena harus transit di Makasar dan India, tapi kami menikmatinya. Maklum, momen seperti ini baru pertama kalinya saya alami bersama suami tercintanya,” ujar Ruli sembari melirik suaminya.
Selanjutnya, diceritakan Ruli, setibanya di Bandara Jeddah Arab Saudi, rombongan menuju Madina dan langsung ke hotel untuk makan malam.
“Malam dini hari, Muhammad Faqih selaku muttawif dari PT Hannan Nusantara memberi arahan ke jamaah umroh untuk melakukan shalat subuh di masjid Medina (Nabawi). Pada hari berikutnya rombongan berziarah ke makam puluhan ribu sahabat Rasullah SAW yang meninggal dalam perang, kemudian ke Raudhah. Dan hari berikutnya ke Jabal Uhud dan beberapa tempal lain di Madina termasuk ke kurma,” bebernya.
Selanjutnya, Ruli dan suami juga menceritakan, setelah sekitar 5 hari di Madinah, rombongan menuju ke Makkah untuk menunaikan ibadah utama yaitu umrohnya. Rombongan mengambil Miqot di Bir Ali.
“Rombongan mengamil Miqot di Masjid Bir Ali untu menjalan Umroh wajib dan Shalat Sunah Takbiratul Masjid dua raka’at dan lanjut shalat sunah Ihkram,” katanya.
Lanjut Ruli, di Mekkah ini lah yang cukup khusus untuk melakukan memasuki area Tawaf dan Sa’i (Ka’Bah) suatu yang religius untuk menentukan syahnya sebuah umroh. Dan bila sudah melakukan dua syarat itu akan dianggap selesai menjalankan umroh, kemudian di lakukan pemotongan rambut oleh muttowif.
“Saat dilakukan pemotongan rambut atau tahallul (Gundul). Semua rombongan kembali ke Roya Jawharat Al-Mansour Hotel,” ucap Ruli.
Pada ke esokan harinya dan hari-harinya Muttawif mengantarkan rombongan ke tempat-tempat bersejarah di Mekkah. Dan Insyallah rombongan Jama’ah akan terbang kembali ke Tanah Air pada 20 Oktober 2024. (*)






