Dodo Suharto dan Anak Agung Karma (tengah) didampingi Kakacab BPJS Ketenagakerjaan se Surabaya Raya, Sidoarjo, Mojokerto dan Gresik saat pelantikan di kantor BPJS Ketenagakerjaan Kanwil Jatim, Jl. Raya Juanda, Sidoarjo. (Foto : Ist)
BIDIK NEWS | SIDOARJO – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Kanwil Jatim percepat target kepesertaan dan kejar Iuran Tepat Waktu (ITW).
Dodo Suharto, Deputi Direktur Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Jatim mengatakan, percepatan target salah satunya dengan peningkatan kinerja badan, baik untuk perluasan cakupan kepesertaan atau peningkatan pelayanan kepada peserta.
“Kanwil Jatim berkomitmen mewujudkan visi misi BPJS Ketenagakerjaan,” kata Dodo disela pelantikan Kakacab Pasuruan yang baru, Anak Agung Karma Krisnadi, Senin (15/10).
ITW adalah iuran yang dibayar oleh Badan Usaha/pemberi kerja sebelum jatuh tempo tanggal 15 bulan berikutnya. ITW mempengaruhi pengembangan saldo Jaminan Hari Tua (JHT) peserta, semakin awal iuran dibayar, semakin tinggi pengembangan JHT yang diterima peserta.
“Hingga saat ini, realisasi ITW di BPJS Ketenagakerjaan Kanwil Jatim masih dibawah 70 persen. Kami menargetkan ITW naik sebesar 85 persen hingga akhir tahun,” kata Dodo.
Untuk ITW terendah, lanjut Dodo, ada di cabang Pasuruan dengan 54 persen. Sedangkan ITW tertinggi di cabang Mojokerto. “Karena itu, ini tugasnya pak Agung sebagai Kepala Kantor baru cabang Pasuruan untuk mengejar target ITW. Dan saya optimis, pak Agung mampu. Karena sebelumnya di Cabang Gianyar Bali, pak Agung berhasil 100 persen pencapaian ITW,” ujar Dodo sambil melirik Agung.
Dan pernyataan Dodo langsung di amini oleh Agung. “Selain akan bertemu dengan Pemkab/Pemkot Pasuruan dan Probolinggo. Untuk mengejar target tersebut, saya juga akan melibatkan peran media dalam hal pemberitaan,” ungkap Agung yang didampingi Ayu Wahyu Nurhayati, Kabid Pemasaran BPJS Ketenagakerjaan Cabang Pasuruan.
Ditambahkan Dodo lagi, untuk optimalisasi penagihan piutang iuran BPJS Ketenagakerjaan, dilakukan melalui upaya sendiri, yaknil petugas pemeriksa (wasrik) serta bekerjasama dengan Pegawai Pengawas Ketenagakerjaan, KPKNL dan Kejaksaan.
“Realisasi piutang iuran sampai September 2018 dari target 4.550 Badan Usaha menunggak, tertagih 2.174 Badan Usaha patuh membayar iuran dengan iuran tertagih sebesar 76,7 miliar,” ujarnya.
Sedangkan pencapaian kinerja Kanwil Jatim hingga September 2018, Badan Usaha aktif sebanyak 68.058 dan jumlah tenaga kerja aktif sebanyak 3.05 juta. Untuk pekerja sektor penerima upah (PU) sebanyak 1.79 juta dan pekerja bukan penerima upah (BPU) sebanyak 201 ribu. Sedang sektor jasa konstruksi (Jakon) sebanyak 1.05 juta. Sedangkan akuisisi perisai sebanyak 43.229 tenaga kerja dari 367 perisai di Jatim.
Hingga September 2018, untuk pembayaran klaim total sebesar Rp 1,88 triliun (189.963 kasus), Jaminan Hari Tua (JHT) Rp 1,68 triliun (153.185 kasus), Jaminan Kematian (JKM) Rp 61,8 miliar (2.212 kasus), Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) Rp 121 miliar (20.080 kasus) dan Jaminan Pensiun (JP) Rp 18,6 miliar (14.486 kasus).
“Saat ini potensi kepesertaan di Jatim masih sangat tinggi. Kami menghimbau jajaran BPJS Ketenagakerjaan untuk bekerja keras dan bekerja cerdas agar semakin banyak tenaga kerja yang terlindungi. Kami juga meminta dukungan dari Pemerintah Daerah dan pihak-pihak terkait lainnya untuk percepatan pelaksanaan program BPJS Ketenagakerjaan di Jatim,” pungkas Dodo. (hari)











