BIDIK NEWS | SURABAYA – Saat ini jumlah pekerja di sektor Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) baru sekitar 10 persen dari total usaha kecil yang sudah menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan Kanwil Jatim. Karena itu, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Kanwil Jatim menargetkan perluasan kepesertaan dengan membidik sektor UMKM.
Hal itu dilontarkan Deputi Direktur BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Jatim, Dodo Suharto kepada media saat Monitoring dan Evaluasi Pengawasan Terpadu di Hotel Grand Mercure Surabaya, Kamis (6/12).
Dimana pada 2019 nanti, BPJS Ketenagakerjaan Kanwil Jatim akan fokus menggandeng Dinas Usaha Kecil Menengah Jatim untuk menjaring UMKM agar menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Apalagi, potensinya sangat luar biasa, dimana saat ini ada 12 juta lebih tenaga kerja pada UMKM yang belum terlindungi BPJS Ketenagakerjaan.
“Saat ini perusahaan kecil baru 10 persen yang menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Paling besar potensinya memang di perusahaan kecil itu. Ada potensi 12,5 juta tenaga kerja yang belum terlindungi,” ujar Dodo.
Di Jatim saat ini, dari total 2 juta perusahaan, baik perusahaan kecil, sedang dan besar, baru 68.448 perusahaan yang menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Jumlah tersebut meningkat 18 persen dibanding 2017.
“Kalau perusahaan sedang atau besar di Jatim, sudah 90 persen menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Kalau usaha kecil itu ya baru 10 persen,” jelas Dodo.
Sementara itu, untuk jumlah tenaga kerja yang menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan di Jatim pada 2018 mencapai 3.081.796 tenaga kerja. Jumlah tersebut meningkat sekitar 20 persen dibanding tahun sebelumnya.
“Untuk tahun depan, kami menargetkan ada peningkatan jumlah kepesertaan 20-25 persen,” pungkas Dodo. (hari)











