KEDIRI – BPJS Ketenagakerjaan atau BPJAMSOSTEK Cabang Kediri melakukan sosialisasi alur layanan klaim BPJS Ketenagakerjaan di tengah pandemi Covid-19. Kegiatan secara virtual zoom ini diikuti karyawan PT. Keong Nusantara Abadi Kediri dan Mojoayu, Rabu (10/3/2021).
Materi yang dibahas dalam webinar tersebut adalah alur layanan klaim BPJS Ketenagakerjaan, khususnya pengambilan Jaminan Hari Tua (JHT) yang dapat dilakukan melalui lapak asik onsite dan online.
Agus Suprihadi Kepala Kantor BPJAMSOSTEK Kediri menjelaskan, Lapak Asik Onsite BPJAMSOSTEK adalah inovasi berbasis digital untuk memberikan kemudahan terhadap peserta secara onsite. Metode pelayanan ini bentuk dukungan BPJAMSOSTEK terhadap pemerintah dalam pencegahan penyebaran Covid-19.
“Dalam layanan ini, peserta bisa antri dengan jarak lebih jauh tapi tetap berada di lingkup kantor BPJAMSOSTEK,” kata Agus.
Lapak Asik Onsite yang baru diluncurkan 2 November 2020 ini, katanya, layanan berbasis gadget online yang khusus melayani peserta yang datang di kantor cabang untuk mengurus klaim JHT. Layanan ini lebih menyempurnakan pengaturan antrian, sehingga lebih menghindari kontak fisik antara petugas dengan peserta.
Dijelaskan Agus, petunjuk penggunaan Layanan Onsite, yaitu persiapkan dokumen asli klaim seperti KTP, kartu peserta BPJAMSOSTEK, surat keterangan kerja atau paklaring, buku rekening atas nama peserta, dan NPWP jika saldo peserta lebih dari Rp 50 juta.
Setelah itu peserta dapat melakukan scan QR Code yang telah disediakan di kantor cabang, aktifkan fitur GPS untuk memberikan izin fitur lokasi di smartphone. Selanjutnya peserta dapat melakukan pengisian data yang sebenarnya pada kolom yang tersedia. Upload setiap dokumen persyaratan melalui smartphone.
Setelah itu peserta dapat menunjukkan notifikasi pengajuan klaim kepada petugas BPJAMSOSTEK untuk mendapatkan nomor panggilan. Peserta akan dipanggil petugas untuk verifikasi data secara virtual sesuai nomor panggilan.
“Layanan lapak asik onsite ini dapat dimanfaatkan masyarakat, karena caranya sangat mudah. Masyarakat tidak perlu mengantri berdekatan dengan peserta lain, sehingga tetap terjaga jarak dan menghindari penyebaran Covid-19,” ujar Agus.











