LAMONGAN – Bank Indonesia (BI)! meresmikan salah satu Distribution Center (DC) Koperasi Sarekat Bisnis Pesantren (KSBP) Jatim sebagai bagian dari Program Pengembangan Kemandirian Pesantren di salah satu lokasi DC, yaitu di Pesantren Sunan Drajat Lamongan.
Distribution Center yang tersebar di 3 pesantren bertujuan mempercepat laju distribusi perdagangan antar anggota KSBP, menampung stok barang untuk pemenuhan kebutuhan pondok pesantren (ponpes) anggota KSBP, serta memperluas dampak ekonomi yang tidak terbatas pada anggota KSBP, namun juga berdampak pada meningkatnya perekonomian di sekitar ponpes anggota KSBP.
Selain peresmian Distribution Center, kegiatan yang dihadiri Teten Masduki Menteri Koperasi dan UMKM, Difi A. Johansyah Kepala BI Jatim, KH. Abdul Ghofur Pengasuh PP. Sunan Drajat, serta Dirut Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (LPDB-KUMKM) Supomo, juga diberikan persetujuan bantuan dana bergulir oleh Kementerian Koperasi dan UMKM sebesar Rp 4,5 miliar.
Teten Masduki menyampaikan, terdapat 3 hal utama yang diharapkan menjadi dampak positif adanya Distribution Center yang telah dibangun BI serta pembiayaan dari Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB).
“Pertama, mendorong Distribution Center KSPB sebagai penyedia barang-barang yang murah dan terjangkau bagi masyarakat Lamongan. Kedua, kelembagaan KSBP yang tidak hanya menjadi sarekat dagang namun sebagai produsen dengan penguatan sisi hulu (produksi). Ketiga, sebagai pioneer pesantren yang berbasis retail dalam membangun ekonomi umat dan sebagai contoh koperasi modern,” kata Teten, Kamis (15/4/2021).
Difi A. Johansyah menyampaikan, pembangunan Distribution Center KSPB diharapkan menjadi batu loncatan bagi pesantren- pesantren anggota KSBP untuk meningkatkan efektifitas distribusi antar anggota pesantren. Efisiensi biaya distribusi diharapkan dapat meningkatkan transaksi perdagangan antar pesantren dan optimalisasi pemenuhan kebutuhan masyarakat di masing-masing zonasi wilayah.
“Selain membangun Distribution Center KSPB, BI juga sedang membangun Balai Latihan Kerja (BLK) di Prigen yang bertujuan memberikan sertifikasi pada bidang Peternakan dan Pertanian bagi para santri. Balai Latihan Kerja ini tentunya memiliki peran yang strategis bagi pengembangan SDM di Pesantren,” ujarnya.
Beberapa pesantren yang usahanya telah menjadi lokasi BLK bekerjasama dengan BI Jatim, kata Difi, diantaranya Ponpes Nurul Amanah Bangkalan (budidaya jamur), Ponpes Bahrul Maghfiroh Malang (keju mozarela), serta Ponpes Al Amien Sumenep Madura (peternakan ayam petelur).
“Tanpa skill yang baik sebuah bisnis tidak akan berjalan, berkembang dan maju,” tambahnya.











