JOMBANG | bidik.news – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur sukses memastikan keandalan pasokan listrik pada kegiatan nasional penanaman jagung serentak bersama santri di Pondok Pesantren (ponpes) Tebuireng, Desa Jombok, Kec. Ngoro, Kab. Jombang.
PLN menyiagakan 15 personel dilengkapi Unit Gardu Bergerak (UGB) 250 KVA dan peralatan lainnya menjaga suplai keandalan pasokan listrik.
Kegiatan ini bagian dari upaya kolaboratif PLN mendukung program swasembada pangan nasional yang melibatkan berbagai elemen strategis bangsa, termasuk lembaga pendidikan berbasis pesantren. Acara yang digelar serentak di berbagai ponpes se Indonesia ini dihadiri langsung oleh Wakapolri, Komjen Dedi Prasetyo, yang turut melakukan penanaman jagung bersama para santri.
Wakapolri, Komjen Dedi Prasetyo, menyampaikan, sektor pertanian menjadi bagian penting dalam mewujudkan ketahanan nasional, baik pangan maupun ekonomi. “Penanaman jagung oleh santri ini bentuk kontribusi nyata ponpes terhadap swasembada pangan nasional. Dengan kolaborasi berbagai pihak, termasuk PLN sebagai penyedia infrastruktur vital, kita wujudkan kemerdekaan yang makin nyata dan merata,” kata Komjen Dedi, Sabtu (9/8/2025).
Sementara itu, Pengasuh Ponpes Tebuireng, KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) menegaskan, bahwa ponpes siap menjadi pusat pemberdayaan masyarakat, tidak hanya di bidang keagamaan namun juga ekonomi dan pertanian. “Pesantren harus menjadi pilar kemandirian umat. Listrik yang andal sangat membantu kami dalam berbagai aktivitas, termasuk mendukung sektor pertanian di lingkungan pesantren,” kata Gus Kikin.
GM PLN UID Jatim, Ahmad Mustaqir mengatakan komitmen PLN dalam mendukung program ketahanan pangan dan pemerataan pembangunan, khususnya menjelang Hari Kemerdekaan RI ke-80. “PLN siap menjadi garda terdepan mendukung swasembada pangan nasional dan pembangunan merata. Melalui keandalan listrik, kami ingin kemerdekaan benar-benar dirasakan seluruh rakyat, termasuk para santri dan masyarakat pesantren,” papar Ahmad.











