BIDIK NEWS | SURABAYA – Tiga dari empat pelaku spesialis pecah kaca dari Palembang berhasil dilumpuhkan Tim Anti bandit Unit Resmob Polrestabes Surabaya.
Dari keempat pelaku, tiga di antaranya berasal dari Palembang, Sumatera Selatan, masing-masing bernama Ali Idrus (36), Rizki Apriyansah (21), Agus Salim (30). Seorang lainnya bernama Agus Toni (30), asal Jakarta Selatan.
“Keempat pelaku terpaksa kami tembak masing-masing kakinya, karena saat hendak kami tangkap, mereka berusaha kabur. Komplotan ini kami amankan di rumah kosnya kawasan Sememi Surabaya,” ujar Kanit Resmob Polrestabes Surabaya Iptu Bima Sakti kepada wartawan, Jum’at (23/2)
Bima menjelaskan, sejatinya komplotan ini seluruhnya berjumlah tujuh orang. Dua di antaranya telah diproses di Polresta Sidoarjo, yakni berinisial MAA (29) dan MY (21). Keduanya asal Palembang.
Sedangkan seorang pelaku lainnya berinisial DE, yang sampai sekarang masih buron dan telah ditetapkan di dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). “Kami sudah sebar anggota di lapangan untuk memburunya,” tambahnya.
Mantan Kanitreskrim Polsek Pakal ini melanjutkan, salah satu dari komplotan ini beraksi memecah kaca mobil milik korban Mohammad Dillap, warga Sidoarjo, pada November tahun lalu.
Mobil Avanza bernopol W 1002 XH milik korban waktu itu diparkir di depan masjid Baitul Muslimin Jalan Raya Menganti Wiyung, Surabaya. Uang Rp 100 juta di dalam mobil itu raib setelah para pelaku merampoknya dengan cara memecah kacanya pada saat korban sedang salat di masjid tersebut.
“Uang Rp 100 juta itu baru diambil korban dari BCA Cabang Sepanjang, Sidoarjo. Rencananya mau disumbangjan untuk anak-anak yatim piatu di sebuah Panti Asuhan,” jelasnya.
Dari para pelaku yang telah dilumpuhkan, polisi mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya tiga unit sepeda motor sebagai sarana mereka mencari sasaran korban, 10 unit handphone, uang tunai Rp 4,2 juta sisa hasil kejahatan, serta empat buah busi yang digunakan untuk memecah kaca mobil korban.(Riz)
Teks : Tim Anti Bandit Unit Resmob Polrestabes Surabaya berhasil melumpuhkan Jaringan Spesialis Pecah Kaca, kelompok Palembang









