BIDIK NEWS | MALANG –Jelang Pemilu Presiden dan legislatif pada 17 April 2019, ribuan personel keamanan, mulai TNI-Polri, dan Linmas berkumpul di Jalan Ijen – Simpang Balapan, Kamis (11/4). Seluruh peserta simulasi itu bersiap mengantisipasi hal-hal yang tak terduga berujung anarkis saat hari pelaksanaan pemungutan suara.
Dalam simulasi itu, Massa mengintimidasi jalannya pemungutan suara merangsek berbuat kisruh mulai dari TPS dan kantor KPU Kota Malang. Pasukan Dalmas pun diterjunkan untuk memukul mundur massa disertai bantuan water canon.
Massa akhirnya mundur, namun kericuhan tetap terjadi dan massa melanjutkan aksi dengan melakukan penjarahan di toko emas dan toko lain. Di sana, petugas bertindak tegas dengan menerjunkan anggota Brimob.
Aparat keamanan bersiap melakukan antisipasi hingga pergerakan massa bisa diredam dan polisi meredakan suasana mencekam. Kejadian lain yang terjadi, penyanderaan dilakukan oknum yang berbuat kerusuhan. Tak lama, polisi merespon cepat dengan menyelamatkan sandera dengan persenjataan lengkap.
Ternyata ada indikasi bahan peledak yang tertinggal setelah sandra diselamatkan. Tim Jibom Brimob Polda Jatim pun dikerahkan untuk melakukan disposal bahan tersebut. Hingga bahan peledak bisa disterilkan dengan diledakkan.
Aksi itu kemudian mendapat tepuk tangan dari panggung dan sekitar lokasi. Hadirin yang menonton aksi itu melihat kesigapan petugas keamanan seandainya kericuhan Pemilu benar-benar terjadi.
Kegiatan itu adalah peragaan Sispamkota antisipasi gangguan Kamtibmas dalam pengamanan Pemilu yang digelar Polres Malang Kota.
Kapolres Malang Kota, AKBP Asfuri, mengatakan, adanya peragaan ini semakin memantapkan 826 personel yang diterjunkan saat Pemilu pada 17 April mendatang.
“Simulasi ini penting, terkait kemungkinan terjadi hal-hal tidak diinginkan agar situasi saat pencoblosan aman kondusif. Kegiatan ini langkah antisipasi, jadi jangan anggap remeh apapun,” kata Asfuri dalam sambutannya.
Kapolres Malang Kota itu menambahkan, selain TPS dan kantor KPU Kota Malang, lokasi yang patut diwaspadai selama Pemilu adalah rumah caleg dan posko pemenangan.
“Kami selalu komunikasikan dengan Bawaslu, memang agak rawan. Tim kami juga ikut awasi TPS nantinya,” pungkasnya. (Doi)










