BIDIK.NEWS | GRESIK – Dampak di bangunnnya portal di akses jalan Cerme menuju pasar, puluhan pelaku usaha dan masyarakat yang yang menggunakan jasa transportasi truk turun ke jalan melakukan unjuk rasa. Mereka menolak pembangunan portal dimana truk muatan sembako dan lainnya tidak bisa masuk, Selasa (30/01).
Pengunjuk rasa langsung turun ke jalan mendatangi lokasi dibangunnnya portal yang terletak di sisi kanan pertigaan jalan raya Cerme. Dengan kawalan petugas dari kepolisian Cerme, mereka membentangkan spanduk penolakan dibangunnya portal.
Setalah datang ke lokasi pembangunan portal, massa lalu mendatangi kantor kecamatan untuk menyampaikan aspirasinya. Di kantor camat, perwakilan pengunjuk rasa ditemui oleh camat Cerme, Suwartono.
Menurutnya, pembangunan portal ini dilakukan sepihak dan tidak ada sosialisasi dari pemerintah. Tidak hanya itu, dengan dibangunnya portal maka truk besar yang mengangkut bahan pokok dan bahan lainnya tidak bisa lewat. Sementara di sepanjang jalan tersebut juga banyak gudang dan pabrik yang membutuhkan transportasi skala besar.
Menanggapi aspirasi massa, camat Cerme Suwartono mengatakan bahwa ini sudah keputusan penerintah, memang ada dampak yang ditimbulkan. Akan tetapi, ada jalur alternatif Benjeng Morowudi yang bisa dilalui oleh truk besar. (him).











