GRESIK | BIDIK.NEWS – Untuk memaksimalkan Pendapatan Daerah Kabupaten Gresik dari sektor PBB dan BPHTB, Badan Pengelohan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) melalui Bidang Pendapatan Daerah PBB dan BPHTB meluncurkan Aplikasi SILOPINTER (Sistem Informasi Layanan Online Terintegrasi).
Aplikasi ini juga sebagai penunjang percepatan pada Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) untuk mencapai target indeks SPBE di angka 3.65 pada 2023 mendatang.
SILOPINTER diresmikan lansung oleh Bupati Gresik, H.Fandi Akhmad Yani di ball room hotel Aston yang dihadiri oleh pengurus dan anggota Ikatan Pejabat Pembuat Akte Tanah (IPPAT) kabupaten Gresik, Senin (01/08/2022).

“SILOPINTER bertujuan untuk mempercepat realisasi penerimaan PBB dan BPHTB Tahun 2022, percepatan pelayanan PBB yang terintegrasi dengan pelayanan BPHTB yang dilakukan secara online, pemangkasan administratif E-BPHTB yang semula enam tahap menjadi dua tahap serta pembenahan data PBB dan BPHTB,” jelas Kepala BPKAD Kabupaten Gresik, Nuri Mardiana.
Ditambahkannya, aplikasi berbasis online SILOPINTER juga sebagai sarana untuk menudahkan akses bagi wajib pajak PBB dan BPHTB saat melakukan pembayaran. Tidak hanya itu, aplikasi ini juga sebagai sarana komunikasi antara Pemerintah dan Wajib Pajak untuk menjalin keterpaduan antar aparat dan peningkatan kualitas pelayanan.
“Sosialisasi SILOPINTER ini diharapkan menjadi budaya masyarakat untuk membayar lunas PBB lebih awal tanpa menunggu batas waktu jatuh tempo dengan kemudahan teknologi karena pembayaran bisa dilakukan secara online,” pungkasnya.
Masih menurutnya, semoga aplikasi ini dapat menunjang pendapatan dari PBB dan BPHTB sehingga target pendapatan tahun 2022 sebesar Rp 135 Milyar ter realisasi.
Sementara itu, Bupati Gresik H.Fandi Akhmad Yani mengatakan akan terus mendorong peningkatan pelayanan dengan inovasi yang berbasis teknologi untuk memudahkan masyarakat dalam hal pelayanan sehingga target PAD dapat terpenuhi.
“Jangan terlalu menggantungkan pemerintah pusat, kita dorong Dinas penghasil PAD menggali penghasilan dari potensi daerah kita sendiri,” tegasnya.
Ditambahkan Gus Yani, dengan adanya aplikasi ini, akselerasi cepat akan dapat dioptimalkan guna menunjang kenaikan PAD dari sektor PBB dan BPHTB. (him)











