Ibu Korban Pengeroyokan Jimmy’s Club, Bantah Minta Uang Damai Rp.10 M
BIDIK NEWS | SURABAYA – Merasa di tuding telah meminta uang damai sebesar Rop 10 miliar oleh terdakwa Giri Bayu Kusumah, Mimi Lie, ibunda korban pengeroyokan di Jimmy’s Club langsung membantah dengan keras saat di konfirmasi terkait keterangan mantan ketua HIPMI, di depan majelis hakim yang memeriksa pada persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya hari ini. Rabu (13/02)
Melalui pesan Whatsaap, Mimi Lie mengatakan bahwa hal tersebut adalah tidak benar (bohong). ” Fitnah dan bohong itu mas. Saya tidak pernah minta Rp 10 miliar.” tegas Mimi
Terkait permintaan maaf dan nominal damai, Mimi Lie mengatakan terdakwa Giri Bayu ingin menyampaikan permohonan maaf kepadanya, melalui beberapa orang yang datang kepadanya. Dari beberapa orang itu, menyampaikan permintaan maaf dan menawarkan nominal harga untuk sebuah perdamaian. Mimi Lie kemudian menyampaikan dirinya memaafkan, akan tetapi tetap proses hukum harus tetap jalan.
” Malah Giri yang banyak nyuruh orang ke saya, minta damai ke saya, itu waktu di Grand City. Saya tolak semua permintaan damai mereka. Secara manusia saya memaafkan mereka, tapi hukum jalan terus.” terang Mimi Lie
Tak hanya itu, ketika pertemuan di hotel Elmi Surabaya, Mimi Lie menceritakan bahwa disana tidak disinggung terkait dengan permintaan maaf dan nominal perdamaian. Dalam pertemuan tersebut, Mimi Lie menjelaskan bahwa terdakwa Giri mencoba untuk mengadu domba dirinya dengan beberapa pihak ormas , namun setelah di jelaskan oleh Mimi Lie bahwa yang melontarkan kata- kata berbau rasis adalah pihak terdakwa Giri.
“ Ngga ada itu dia bilang maaf, atau bilang uang buat damai. Itu pertemuan bahas membahas adanya kata-kata rasis ya. “ ungkap Mimi Lie yang mengaku di dampingi beberapa orang dari ormas tertentu saat pertemuan itu.
Mimi Lie kemudian menggandeng pengacara bernama Peter Susilo. Menurut Peter seseorang bernama Lisa, mau ketemu untuk membicarakan perdamaian. ” Kata Peter, bagaimana Cik Mimi ?, Terus saya bilang ketemu aja. Menurut pak Peter bagaimana ?, terus Peter bilang mereka 5 tersangka jika di lanjutkan ke JPU, hitung-hitung mereka akan habis per orang Rp 1,5 M.” kata Mimi
Kemudian Mimi menyerahkan keputusan ke tangan Peter,” Ya terserah pak Peter jika gitu, bilang aja mau berapa, 10 kek, 5 kek berapa kek, terserah aja. Karena saya awal pertama ketemu bapak sebagai pengacara anak-anak saya bukan buat damai, tapi saya minta mengurus kasus saya supaya tersangka bisa di tahan.” imbuh Mimi
Menurut Mimi, kasus selalu saja yang di jalani adalah buat damai. Tidak pernah ada reaksi di Polrestabes untuk penahanan. Pada suatu malam Peter di ajak oleh drg David ketemu di rumah mantan Polda buat bicara perdamaian kembali. ” Itu menurut bicaranya Peter ke saya. Pada malam itu juga saya bilang ke Peter, saya ga mau damai lanjutkan aja. Saya di tanya Peter berulang kali benar Cik Mimi, ga mau damai ? Ya saya tegaskan saya ga mau damai. Setelah itu kasus saya sempat beku ga ada reaksi apa-apa, sampai akhirnya saya cabut kuasa dari Peter dan saya sendiri lanjutkan ke Mabes. Dan terakhir ini saya di bantu oleh pak Benhard Manurung sebagai pengacara anak saya. ” urai Mimi lebih lanjut.
Di pertemuan terakhir, tepatnya di Mall Grand City, mengatakan bahwa dirinya hanya meminta Rp 1,5 miliar sesuai dengan perincian antara lain, biaya berobat, biaya operasional pengurusan kasus tersebut, bukan Rp 10 miliar. Ditambahkan olehnya bahwa terdakwa Giri Bayu lah yang selalu meminta untuk dilakukan pertemuan dengan dirinya.
“ Setelah pertemuan itu, beberapa hari kemudian mengirim sms sanggupnya cuma 200 juta. Sms itu ga saya balas sampai sekarang. “ pungkas Mimi Lie (j4k)











