BIDIK NEWS | SURABAYA – Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kota Surabaya sangat mengapresiasi langkah Dubes RI untuk Tanzania yang ingin mengajak para pelaku usaha Jatim untuk berbisnis di Tanzania.
Hal ini tertuang saat Business Meeting di Hall PT Tata Bumi Raya, Jalan Pandegiling 223 Surabaya, Selasa (17/4).
Hadir Dubes RI untuk Tanzania, Prof. Dr. Raffan Pardede dan Ketua KADIN Surabaya, Dr Ir Jamhadi, MBA. Serta sekitar 50 pelaku usaha perikanan, batik tulis, kuliner dan kosmetik.
Jamhadi mengatakan, Tanzania merupakan negara di Afrika bagian Timur yang memberikan peluang cukup potensial bagi pengusaha Jatim, khususnya di bidang trade, tourism dan investment (TTI).
“Income per kapita di Tanzania sebesar USD 910 memang lebih rendah dari Indonesia yang mencapai USD 4000 per kapita. Tapi ada peluang besar di sana yang harus diambil pengusaha dari Jatin, ekspor alat-alat pertanian dan mesin produksi,” ungkapnya.
Jamhadi menekankan, jika pengusaha Jatim ingin mencari pasar ekspor baru, jawabnya adalah negara-negara Afrika, salah satunya Tanzania. Sejauh ini neraca perdagangan antara Jatim dengan Tanzania cukup bagus, meski belum lama ini sempat mengalami defisit.
Neraca perdagangan Jatim – Tanzania selama kurun waktu 2014-2018 setiap tahun menunjukkan surplus bagi Jatim. Namun pada periode Januari – Februari 2018 mengalami defisit US$ 9,05 juta.
Nilai ekspor Jatim ke Tanzania, berturut-turut USD 25,05 juta (2014), USD 9,77 juta (2015), USD 27,53 juta (2016), USD 37,57 juta (2017), dan USD 8,62 juta (sampai Februari 2018).
Sedangkan nilai impor USD 3,25 juta (2014), USD 1,07 juta (2015), USD 14,84 juta (2016), USD 5,57 juta (2017), dan USD 17,67 juta (sampai Februari 2018).
Komoditi non migas Jatim yang diekspor ke Tanzania adalah lemak dan minyak hewan/nabati, berbagai makanan olahan, pakaian jadi bukan rajutan, kertas/karton, dan mesin-mesin/pesawat mekanik.
Sedangkan komoditi yang diimpor Jatim dari Tanzania adalah kopi, rempah-rempah, dan tembakau. “Selama ini orang tidak percaya dengan pasar di Afrika karena dari segi keamanan, pembayaran, dan sebagainya.
Namun dengan hadirnya Dubes Tanzania di sini telah meyakinkan kita bahwa pasar di sana aman dan tidak usah khawatir,” lanjut Ketua Kadin Surabaya yang juga CEO Tata Bumi Raya Group ini.
Sedangkan Raffan Pardede menambahkan, sangat berharap pengusaha Jatim bisa melakukan ekspansi usaha ke Tanzania.
Sebagai kepanjangan dari Pemerintah Indonesia, pihaknya menyatakan siap memfasilitasi pengusaha yang ingin membuka akses pasar Tanzania.
Dituturkan, potensi perdagangan di Tanzania bisa digali oleh pengusaha dari Jatim. Bahkan tidak hanya di Tanzania saja, Dubes RI untuk Tanzania juga mengcover 4 negara dari 53 negara di Afrika.
Lebih meyakinkan ditambahkan, peluang yang bisa diambil pengusaha Jatim di Tanzania tidak hanya mencakup perdagangan, tapi juga investasi.
Beberapa peluang potensial di antaranya ekspor kelapa sawit. Hampir 45% kebutuhan kelapa sawit di Tanzania dipasok dari Indonesia. Nilainya mencapai USD 113,569 juta atau 0,14% dari kebutuhan sawit di Tanzania.
Kendala di Tanzania, industri kelapa sawit pengolahannya dilakukan secara tradisional dengan volume produksi 40.000 ton/bulan. Lokasinya berada di Arusha Mbeya Morogoro. Begitu juga cara penanamannya yang memakai bibit kualitas rendah dan tenaga kerja unskilled.
Raffan menegaskan, pengusaha di Jawa Timur jangan ragu untuk membuka pasar di Tanzania. Di sana hampir semua barang dagangan laku. (hari)
Teks : Dubes RI untuk Tanzania, Prof. Dr. Raffan Pardede (kiri) saat memaparkan peluang bisnis perdagangan dan Ketua KADIN Surabaya, Dr Ir Jamhadi, MBA (kanan). (Foto : Ist)











