BIDIK NEWS | BANYUWANGI – Komunitas Wartawan Koran, Online, Majalah dan Televisi (Koma Vision) Banyuwangi, mengecam tindakan petugas Satpol PP Banyuwangi yang menghalangi tugas wartawan saat melakukan peliputan.
Perwakilan Koma Vision Banyuwangi, Choiri Kurnianto, mengatakan, tindakan Satpol PP yang sok jagoan itu mencederai kedamaian di Banyuwangi.
Padahal, menurutnya, Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas sudah memerintahkan agar jajarannya termasuk Satpol PP bersikap baik dalam melayani dan ramah kepada masyarakat.
Namun ini justru sebaliknya, ada oknum Satpol PP yang sok jagoan dan mentang-mentang membuat keonaran. Terlebih, acara festival angklung caruk yang diliput oleh wartawan BBS TV ini merupakan even seni budaya, dan termasuk salah satu agenda Banyuwangi Festival 2018.
“Kita minta agar Kepala Satpol PP menegur anggotanya yang bersikap sok jagoan itu,” tegas Choiri.
Selain itu, imbuh Choiri, pihaknya juga akan meminta klarifikasi, agar tidak terjadi lagi arogansi dilapangan. Dan kalau perlu, pihaknya juga akan laporkan peristiwa ini kepada DPRD Banyuwangi.
“Kita minta klarifikasi dengan sejelas-jelasnya, kalau tidak kita akan adukan ke DPRD, kita minta DPRD mengingatkan Bupati Anas kepada jajarannya, kalau profesi wartawan bukan penjahat, tapi mitra yg bersahabat,” jelasnya.
Sementara Kepala Satpol PP Banyuwangi, Edy Supriyono saat dikonfirmasi Bidik News melalui pesan Whatsapp terkesan tidak mau tahu, dan mengaku tidak mengetahui kejadian tersebut. Dan selang beberapa saat nomor Whatsappnya langsung tidak aktif.
“Saya tidak tahu,” kata Edy melalui balasan pesan Whatsappnya.
Diberitakan sebelumnya, petugas Satpol PP Banyuwangi dengan arogan telah melakukan pengusiran dan menghalang-halangi tugas wartawan saat melakukan peliputan.
Kejadian itu dialami wartawan BBS TV, Pendik Riyatno yang mendapat perlakuan tidak menyenangkan oleh petugas Satpol PP, saat melaksanakan tugas peliputan Festival Angklung Caruk, Sabtu (17/02) di Gesibu Blambangan Banyuwangi.(nng)
Teks : Choiri Kurnianto (foto:ist)










