KEDIRI I bidik.news – Suasana penuh kekeluargaan menyelimuti halaman belakang Kantor Pemerintah Kabupaten Kediri pada Sabtu (4/4/2026).
Pasalnya, Pemkab Kediri memperingati Hari Jadi ke-1222 tahun, dengan menggelar tasyakuran dan santunan yatim piatu.
Acara ini dihadiri ratusan hingga ribuan peserta, mulai dari Aparatur Sipil Negara (ASN), unsur Forkopimda, organisasi perangkat daerah (OPD), tokoh masyarakat, tokoh agama, hingga berbagai elemen masyarakat.
Momentum ini sekaligus menjadi ajang refleksi perjalanan panjang Kabupaten Kediri dengan mengusung tema “Kediri Berbudaya, Kediri Berdaya.”
Sebagai bentuk kepedulian sosial, kegiatan tersebut juga diisi dengan penyaluran santunan kepada anak yatim, warga kurang mampu, dan penyandang disabilitas. Hal ini menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus hadir di tengah masyarakat.
Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, menyampaikan bahwa pelaksanaan tasyakuran tahun ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Jika biasanya digelar di Pendopo Panjalu Jayati, kali ini kegiatan dipusatkan di kompleks Kantor Pemkab Kediri.
“Kegiatan ini ditempatkan di Kantor Pemkab agar masyarakat yang bersilaturahmi bisa melihat kondisi kantor yang saat ini sedang dibangun kembali pasca kerusuhan tahun lalu. Hari ini sudah semakin baik, bangunan sudah kembali berdiri,” ujar Bupati yang akrab disapa Mas Dhito.
Ia menjelaskan, sejumlah bangunan di kompleks perkantoran sebelumnya mengalami kerusakan akibat aksi anarkisme pada Agustus 2025. Oleh karena itu, peringatan hari jadi tahun ini dimaknai sebagai semangat baru untuk bangkit serta memperkuat persatuan tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya daerah.
Rangkaian acara diawali dengan penyerahan santunan kepada anak yatim dan penyandang disabilitas oleh Bupati Kediri bersama istri, Eriani Annisa, didampingi Wakil Bupati Dewi Mariya Ulfa dan jajaran Forkopimda.
Selanjutnya, dilakukan pembacaan Prasasti Harinjing sebagai tonggak sejarah berdirinya Kabupaten Kediri. Prosesi ini menegaskan pentingnya menjaga nilai historis dalam setiap peringatan hari jadi daerah.
Sebagai simbol rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, dilakukan pula penyerahan gunungan hasil bumi dari Bupati kepada Wakil Bupati.
Prosesi tersebut mencerminkan sinergi dan keharmonisan dalam kepemimpinan daerah.
Mas Dhito menegaskan, meskipun kegiatan dilaksanakan secara sederhana, esensi peringatan hari jadi tetap menjadi prioritas utama.
“Kami berharap di usia ke-1222 ini, Kabupaten Kediri tetap menjadi daerah yang guyub rukun, ayem tentrem, serta gemah ripah loh jinawi,” tegasnya.
Pemerintah daerah juga mengimbau masyarakat untuk terus menjaga persatuan, melestarikan budaya, serta berkontribusi dalam pembangunan agar Kabupaten Kediri semakin maju dan berdaya.
Sementara itu, Nurul, warga Dusun Kapurejo, Kecamatan Pagu, mengaku senang bisa menghadiri acara tersebut dan bertemu langsung dengan Bupati Kediri.
“Alhamdulillah, ini merupakan aksi nyata. Rasanya senang sekali bisa bertemu dan bersalaman langsung dengan Mas Dhito. Semoga kegiatan seperti ini semakin mempererat kebersamaan dan membawa kesejahteraan bersama,” ujarnya. (Eko/Adv)











