• Beranda
  • CARRIER
  • DISCLAIMER
  • Dukungan
  • Home 1
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Home 6
  • Kantor Bidik
  • kantor Depan bidik
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tarif Iklan Cetak
  • Tarif Iklan Online
  • TENTANG KAMI
  • Terms of Service
Bidik.news
Baner Iklan
  • HOME
  • HUKUM KRIMINAL
  • JAWA TIMUR
    • BANYUWANGI
    • GRESIK
    • JEMBER
    • KEDIRI
    • KOTA BATU
    • LAMONGAN
    • MADIUN
    • MAGETAN
    • MALANG
    • MOJOKERTO
    • NGAWI
    • PACITAN
    • PAMEKASAN
    • PASURUAN
    • SAMPANG
    • SIDOARJO
    • SITUBONDO
    • SUMENEP
    • TRENGGALEK
    • TUBAN
    • TULUNGAGUNG
  • PERISTIWA
  • PEMERINTAHAN
  • PENDIDIKAN
  • KABAR DESA
  • EKBIS
    • EKONOMI
  • GADGET
  • HIBURAN
  • PILKADA
  • WISATA
  • Seni dan Budaya
  • HANKAM
No Result
View All Result
  • HOME
  • HUKUM KRIMINAL
  • JAWA TIMUR
    • BANYUWANGI
    • GRESIK
    • JEMBER
    • KEDIRI
    • KOTA BATU
    • LAMONGAN
    • MADIUN
    • MAGETAN
    • MALANG
    • MOJOKERTO
    • NGAWI
    • PACITAN
    • PAMEKASAN
    • PASURUAN
    • SAMPANG
    • SIDOARJO
    • SITUBONDO
    • SUMENEP
    • TRENGGALEK
    • TUBAN
    • TULUNGAGUNG
  • PERISTIWA
  • PEMERINTAHAN
  • PENDIDIKAN
  • KABAR DESA
  • EKBIS
    • EKONOMI
  • GADGET
  • HIBURAN
  • PILKADA
  • WISATA
  • Seni dan Budaya
  • HANKAM
No Result
View All Result
Bidik.news
No Result
View All Result
  • HOME
  • HUKUM KRIMINAL
  • JAWA TIMUR
  • PERISTIWA
  • PEMERINTAHAN
  • PENDIDIKAN
  • KABAR DESA
  • EKBIS
  • GADGET
  • HIBURAN
  • PILKADA
  • WISATA
  • Seni dan Budaya
  • HANKAM
Home PENDIDIKAN

KKN UNS 2026 di Desa Sokoharjo: Usung implementasi Pengelolaan Sampah Desa yang Berkelanjutan dan Inisiasi Mindset SDG’s Berkearifan Lokal

admin by admin
1 month ago
in PENDIDIKAN
Reading Time: 3 mins read
0
Mahasiswa KKN UNS Solo 2026 bersama warga di Desa Sokoharjo, Kec. Kutoarjo, Kab. Purworejo, Jawa Tengah. (foto2: dok mahasiswa KKN UNS)

Mahasiswa KKN UNS Solo 2026 bersama warga di Desa Sokoharjo, Kec. Kutoarjo, Kab. Purworejo, Jawa Tengah. (foto2: dok mahasiswa KKN UNS)

0
SHARES
101
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

PURWOREJO | bidik.news – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo 2026 di Desa Sokoharjo, Kecamatan Kutoarjo, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah mengusung program kerja pembangunan bank sampah dan insinerator sebagai program kerja utama dalam pengelolaan dan pengolahan sampah desa.

Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat setempat akan pentingnya pengelolaan sampah yang ramah lingkungan. Sekaligus juga membangun mindset Sustainable Development Goals (SDG’s) masyarakat desa dengan tetap menjunjung tinggi kearifan lokal desa terkait pengelolaan dan pengolahan sampah desa.

Mindset SDG’s yang tetap berlandaskan kearifan lokal wajib diperhatikan agar keberlajutan benar-benar terjadi, apalagi berkaitan dengan pengubahan gaya hidup pengelolaan sampah dari yang semula tidak terkelola, menjadi terkelola dan terolah.

SDG’s di dalam kearifan lokal diinisiasi pada setiap progress program kerja, baik dari tahap perkenalan antar pihak, diskusi masalah yang diangkat, diksusi penyelesaian masalah, diskusi bentuk program kerja, dan pelaksanaan program kerja.

Kondisi masyarakat Desa Sokoharjo saat ini cenderung tidak dapat mendukung desa yang berprogres cepat. Sebagian pemuda memilih merantau dan sebagian warga berprofesi kerja nonformal, seperti bertani dan berdagang.

KKN UNS 2026 di Desa Sokoharjo: Usung implementasi Pengelolaan Sampah Desa yang Berkelanjutan dan Inisiasi Mindset SDG’s Berkearifan Lokal 1

Pola pikir sosial yang masih tradisional dan landasan kemauan berprogres secara berkelanjutan masih bergantung pada keuntungan materi jangka pendek yang merupakan cerminan kondisi sosial masyarakat Desa Sokoharjo pada saat ini.

Pernyataan ini didapatkan mahasiswa KKN UNS periode 6 Januari-19 Februari 2026 setelah lama bercengkrama dan berkegiatan bersama pihak desa, dalam forum Dasawisma (Dawis) RT dan arisan bapak-bapak di salah satu RT di Desa Sokoharjo.

Kepala Desa Sokoharjo, Saputro menyampaikan  bahwa, sampah menjadi salah satu masalah utama di desanya. “Sampah memang menjadi masalah kalau kita perhatikan dari kebersihan dan kerapian lingkungan. Warga mikirnya gampang, sampah dibakar di samping rumah saja sudah cukup,” ujar Saputro saat perkenalan mahasiswa KKN UNS ke perangkat desa pada 6 Januari 2026 lalu.

Berangkat dari pernyataan tersebut, mahasiswa KKN memutuskan untuk membangun bank sampah dan insinerator beserta edukasi sistem operasional bank sampah dan incinerator yang pragmatis. Meski disebut pragmatis, perencanaan pembangunan dan pelaksanaan pembangunan selalu berdasarkan keputusan forum bersama pihak desa agar sentuhan kearifan lokal selalu mendasari pembangunan ini.

Mahasiswa KKN UNS merespons hal ini dengan membangun bank sampah dan insinerator yang dirancang untuk mengolah sampah anorganik dan organik. Bank sampah memiliki tiga bilik untuk memisahkan sampah plastik, logam, dan kertas, sedangkan insinerator digunakan untuk membakar sampah anorganik yang tidak memiliki nilai ekonomi.

Pembangunan bank sampah dan incinerator dimulai dengan pemaparan rancang bangun dan sistem operasional pada 12 Januari 2026 saat sosialisasi program kerja KKN. Pembangunan dimulai pada 21 Januari – 10 Februari 2026 dan diresmikan pada 12 Februari 2026.

“Pembangunan bank sampah dan incinerator melibatkan banyak pihak, dimana pihak mahasiswa dan pihak desa menjadi pemeran utama. Pihak pemerintahan Kecamatan Kutoarjo juga dilibatkan untuk membuka peluang pengembangan bank sampah dan incinerator,” kata salah satu mahasiswa KKN UNS.

Dalam hal regulasi pembangunan, operasional, dan organisasi bank sampah dan incinerator, Bidang Pengelolaan Persampahan dan Keanekaragaman Hayati Dinas Lingkungan Hidup dan Perikanan (PPKH DLHP) Kabupaten Purworejo dilibatkan sebagai pemberi arahan, edukasi, dan sosialisasi.

PPKH DLHP juga menjadi pihak yang menyediakan jasa pengepulan sampah yang terkumpul di bank sampah desa. Pembangunan yang kolaboratif ini juga meningkatkan kemampuan berkelanjutan dari program pembangunan bank sampah dan incinerator ini.

Masyarakat yang tidak biasa memisah sampah, dalam Batasan SGD’s, masyarakat dibimbing agar mengenal pemisahan sampah melalui bank sampah. Namun, pragmatisme membuat bank sampah yang dibangun diperuntukkan sampah yang dapat dijual kembali. Tidak seperti bank sampah pada umumnya yang memisahkan sampah organik dan anorganik, tapi itulah bank sampah yang menganut kearifan lokal.

Sampah organik seperti sampah dapur diarahkan untuk dibuang di pekarangan dan taman herbal kantor desa sebagai pupuk dan juga diarahkan untuk dimanfaatkan sebagai makan ternak. Sementara sampah anorganik yang tidak memiliki nilai ekonomi, diarahkan agar dapat dibakar (kecuali sampah plastik dan karet).

Praktik membakar sampah sudah menjadi budaya sejak zaman colonial Belanda di Indonesia, karena itu, sangat sulit untuk menghilangkan praktik ini dikalangan masyarakat desa. Disinilah peran incinerator yang menjembatani antara SDG’s dan budaya kurang baik warga desa.

Incinerator dapat membersihkan asap hasil pembakaran sampah melalui proses filtrasi dan pembakaran tertutup berkompresi tinggi. Keberlanjutan pemeliharaan sampah menjadi lebih berpotensi terjadi karena tidak banyak mengubah kebiasaan hidup mereka meskipun efeknya jauh lebih baik bagi lingkungan dan masyarakat dan sejalan dengan SDG’s.

Tri, salah satu kader PKK Desa Sokoharjo, dalam forum Dawis RT 1/RW 1 mengungkapkan. “Dengan adanya adik-adik KKN ini diharapkan ibu-ibu PKK menjadi semangat kembali melanjutkan program yang dulu pernah dijalankan. Jangan sampai kita ulangi lagi kebiasaan melaksanakan program hanya bertahan beberapa bulan saja,” tuturnya.

Tri juga berpesan agar program ini diharapkan dapat menjadi solusi bagi permasalahan sampah di Desa Sokoharjo dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan sampah yang berkelanjutan. “Masyarakat desa juga berharap program ini dapat terus berlanjut dan menjadi contoh bagi desa lain,” tegasnya.

Masyarakat desa melalui Kepala Desa mengungkapkan harapan dan keinginan bahwa salah satu implementasi SDG’s ini menjadi solusi bagi permasalahan desa dan bukan menjadi masalah atau beban pikiran baru bagi warga Desa Sokoharjo. (Mar)

Related Posts:

  • maha
    KKN Mahasiswa UISI di SD Almadany Gagas Bank Sampah
  • IMG-20200118-WA0020
    Mahasiswa Untag Manfaatkan Bambu & Sampah Plastik…
  • WhatsApp Image 2025-11-10 at 16.26.23
    Tim PkM Unitomo Terapkan Aplikasi Digital ke Bank…
  • WhatsApp Image 2025-08-21 at 07.01.19
    Mahasiswa Unitomo Pamer Hasil Kerja Lewat Expo KKN…
  • Coca-Cola Latih Siswa SD Daur Ulang Sampah
  • kknunitomo
    52 Mahasiswa Unitomo KKN Tematik ke Wonosalam Jombang
Previous Post

RSUD Grati Kini Resmi Memiliki Ruang Operasi Canggih Smart Operating Theater

Next Post

Gelar Puncak Peringatan Nuzulul Quran 2026, DPD PDI Perjuangan Jatim Bakal Hadirkan KH Fahmi Amrullah dan Santuni 550 Mustahik

admin

admin

RelatedPosts

Difasilitasi OJK, 5635 Nelayan Banyuwangi Dapat Akses Pembiayaan
JAWA TIMUR

Difasilitasi OJK, 5635 Nelayan Banyuwangi Dapat Akses Pembiayaan

by Nanang Firmansyah
16/04/2026
0

BANYUWANGI | bidik.news – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jember terus mendukung terciptanya keuangan inklusif di Banyuwangi. Salah satunya, OJK telah...

Read moreDetails
Dianggap Hina Surya Paloh , Anggota Fraksi NasDem DPRD Jatim Protes Keras Pemberitaan Majalah Tempo

Dianggap Hina Surya Paloh , Anggota Fraksi NasDem DPRD Jatim Protes Keras Pemberitaan Majalah Tempo

16/04/2026
Pemkab Sosialisasi Penempatan Pedagang, Pasar Banyuwangi Diproyeksi Jadi Ikon dan Destinasi Wisata

Pemkab Sosialisasi Penempatan Pedagang, Pasar Banyuwangi Diproyeksi Jadi Ikon dan Destinasi Wisata

16/04/2026

Butuh Dana Cepat, Proses Mudah, DANASTRA FIFGROUP Jadi Solusi Pilihan Tepat

16/04/2026

Polres Gresik Ungkap Penimbunan 17 Ribu Liter Solar Subsidi, Satu Tersangka Ditahan

16/04/2026

Gelar Aksi di Pendopo, Aliansi Rakyat Banyuwangi Harap Pemkab Tak Memihak Antek Asing

16/04/2026
Next Post
Gelar Puncak Peringatan Nuzulul Quran 2026, DPD PDI Perjuangan Jatim Bakal Hadirkan KH Fahmi Amrullah dan Santuni 550 Mustahik

Gelar Puncak Peringatan Nuzulul Quran 2026, DPD PDI Perjuangan Jatim Bakal Hadirkan KH Fahmi Amrullah dan Santuni 550 Mustahik

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bidik.news

Bekerja dengan Mata Hati

Follow Us

Recent News

Difasilitasi OJK, 5635 Nelayan Banyuwangi Dapat Akses Pembiayaan

Difasilitasi OJK, 5635 Nelayan Banyuwangi Dapat Akses Pembiayaan

16/04/2026
Dianggap Hina Surya Paloh , Anggota Fraksi NasDem DPRD Jatim Protes Keras Pemberitaan Majalah Tempo

Dianggap Hina Surya Paloh , Anggota Fraksi NasDem DPRD Jatim Protes Keras Pemberitaan Majalah Tempo

16/04/2026
  • TENTANG KAMI
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Terms of Service
  • Kebijakan Privacy
  • DISCLAIMER
  • CARRIER
  • Tarif Iklan Online
  • Tarif Iklan Cetak
  • Dukungan

© 2025 PT Pulitzer Indonesia Media-IT Bidiknews.

No Result
View All Result
  • HOME
  • HUKUM KRIMINAL
  • JAWA TIMUR
    • BANYUWANGI
    • GRESIK
    • JEMBER
    • KEDIRI
    • KOTA BATU
    • LAMONGAN
    • MADIUN
    • MAGETAN
    • MALANG
    • MOJOKERTO
    • NGAWI
    • PACITAN
    • PAMEKASAN
    • PASURUAN
    • SAMPANG
    • SIDOARJO
    • SITUBONDO
    • SUMENEP
    • TRENGGALEK
    • TUBAN
    • TULUNGAGUNG
  • PERISTIWA
  • PEMERINTAHAN
  • PENDIDIKAN
  • KABAR DESA
  • EKBIS
    • EKONOMI
  • GADGET
  • HIBURAN
  • PILKADA
  • WISATA
  • Seni dan Budaya
  • HANKAM

© 2025 PT Pulitzer Indonesia Media-IT Bidiknews.