KOTA KEDIRI I bidik.news – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Kediri terus berupaya menyelesaikan permasalahan genangan air hingga potensi banjir.
Hal ini dikarenakan, jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Kota Kediri, ada beberapa titik terjadi genangan air hingga berpotensi banjir.
Menurut Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga Dinas PUPR Kota Kediri, I Made Dwi Permana, genangan air terjadi lantaran debit air yang belum bisa ditampung drainase. Beberapa titik terjadi genangan air jika intensitas hujan tinggi yakni di Jl. Panglima Sudirman, Jl. Pattimura dan Jl. Kilisuci Kota Kediri.
Selain intensitas hujan yang tinggi, faktor lain juga menyebabkan beberapa titik tergenang air, yakni kotoran yang masuk ke sistem drainase. Bukan hanya kotoran saja, beberapa penutup drainase yang melintas di pemukiman warga dinilai kurang optimal.
“Misalnya di daerah Jalan Pattimura, untuk pemukiman ada yang sudah ditutup secara permanen sehingga menyulitkan petugas saat membersihkan drainase,” ujarnya belum lama ini.
Bahkan, Dinas PUPR juga memberi sosialisasi dan imbauan terkait penutupan drainase di lingkungan pemukiman warga. “Kami juga berkoordinasi dengan perangkat kelurahan, baik di wilayah rawan maupun tidak untuk memberi pemahaman terkait penutupan drainase,” ungkapnya.
Bukan hanya itu, untuk mengantisipasi terjadi genangan air maupun potensi banjir, pihaknya membentuk tim pengawas hingga melakukan kaji ulang.
Saat ini pihaknya memiliki 21 personel yang terbagi menjadi 2 tim pengawas. Hal ini dilakukan untuk mengurangi persoalan banjir di Kota Kediri.
Salah satunya dengan melakukan pemeliharaan dengan kontrol setiap pagi di saluran air. Khususnya, memastikan tidak ada sampah maupun endapan yang menyumbat saluran.
“Setiap hari kami keliling melakukan pemeriksaan drainase, nanti bergiliran juga setiap kecamatan,” tegasnya.
Dikatakannya, Kontrol ini tidak hanya memeriksa saluran drainase apakah terjadi sumbatan atau tidak, namun juga melakukan pemeliharaan fasilitas pendukung seperti pemeliharaan inlet maupun besi penutup inlet.
Selain melakukan pemeriksaan rutin, Dinas PUPR Kota Kediri juga melakukan kajian menyeluruh. Kajian ini nantinya memungkinkan Dinas PUPR untuk membuat sudetan air.
Harapannya, kata Made, sudetan air ini dapat mempercepat aliran air yang menggenang jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi.
Made menjelaskan, Dinas PUPR saat ini juga berkolaborasi dengan tim dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya untuk menyusun rekomendasi tersebut.
Untuk mengantisipasi genangan air dan potensi banjir, kata Made, juga perlu kesadaran masyarakat mengenai pengelolaan sampah. “Imbauan kami, sampah dipilah terlebih dahulu dan jangan sampai jika turun hujan justru sampah dibuang ke saluran air,” kata Made.











