JEMBER – Vampir listrik ini secara tidak sadar telah berada dalam rumah kita. Mereka tidak menakutkan tapi bikin sport jantung bagi siapapun yang merasakan. Apalagi di zaman sulit seperti saat ini.
Istilah Vampir ini, mengutip apa yang menjadi penjelasan dari humas PLN UP3 Jember saat menerima pengaduan dari salah satu pelanggan PLN asal Kecamatan Arjasa Jember, yang kaget dan tidak percaya akan tagihan listrik di rumahnya. Melonjak hingga tiga kali lipat, Selasa (07/07/2020).
Mendapat keluhan tersebut, dengan santai bagian humas asal kota Pahlawan ini memberikan penjelasan secara detail, kemungkinan apa saja yang menyebabkan tagihan listrik pengadu mengalami lonjakan tagihan.
Selain, memang adanya kebijakan dari PLN pusat untuk tidak melakukan pembacaan meter di masa pandemi Covid-19 selama beberapa bulan. Sehingga pembayaran tagihan diakumulasi, kenaikan tagihan tersebut juga disebabkan alat-alat elektrik yang menjadi Vampir penghisap daya.
Tanpa disadari peralatan elektrik yang ada di rumah kita telah menjadi Vampir yang menghisap daya listrik. Sehingga membuat banyak kepala keluarga pusing tujuh keliling.
Terhadap Keluhan tersebut, Humas PLN UP3 Jember, Ade Dewanto memberikan penjelasan dengan gamblang. Apa saja dan kenapa? Taapa disadari tagihan listrik di rumah kita membengkak.
“Ya hari ini kita kedatangan warga yang mengeluhkan tagihan listrik yang tidak biasa. PLN itu sangat terbuka di dalam perdagangan, kenapa ?, karena meter itu ada di rumah pelanggan. Sehingga pelanggan itu setiap detik, setiap menit dan setiap hari bisa melakukan pengujian, angkanya sudah benar atau tidak,” ujarnya.
Jadi, dari angka-angka yang di catat oleh pelanggan nanti bisa datang ke tempat kami untuk di cocokkan apakah angkanya sudah benar atau belum, kalau angkanya sudah benar berarti ada lonjakan penggunaan yang tidak disadari oleh masyarakat atau pelanggan antaranya karna adanya vampir-vampir listrik di rumah kita, di antaranya pemanas nasi yang tidak terlalu diperlukan.

Masih Ade, kalau kita menginginkan nasi tetap hangat sebenarnya bisa menggunakan tempat nasi yang atasnya di tutup tidak perlu menggunakan pemanas nasi, karena pemanas nasi ini biasa digunakan 24 jam. Otomatis makin lama penggunaanya lebih banyak karena peralatan listrik makin lama akan mengalami keborosan.
Demikian juga seperti TV dan lemari es, kalau kita cara menggunakan keliru, misalnya tv, kita bukan melihat tv tapi kita dilihat tv, itu yang sering menjadi kebiasaan kita terutama orang-orang yang sudah diatas 40 tahun, capek pulang kerja lihat tv tapi malah kita ketiduran.
Ada juga yang namanya lemari es, kalau kita sering buka tutup otomatis dayanya semakin besar, kemudian kalau kita masukkan makanan atau minuman yang hangat, lemari es tadi butuh energi yang besar untuk mendinginkan. Jadi jangan sampai kita memasukkan sesuatu yang masih hangat ke dalam lemari es.
Itu adalah salah satu kondisi-kondisi yang perlu menjadi perhatian masyarakat, dan sering kali masyarakat merasa alat listriknya tidak berubah tapi kenapa listriknya makin bertambah.
Alat-alat listrik semakin lama semakin boros, tidak seperti waktu pertama beli, pada waktu-waktu tertentu dia akan mengalami pemborosan, seperti lampu, tv dan alat-alat listrik lainya dia akan lebih boros dari biasanya.
“Jika memang ada kesulitan di saat kami menerangkan kepada konsumen, kami berusaha datang ke lokasi agar kami bisa menerangkan apa-apa di rumah itu yang menyebabkan perubahan dari penggunaan yang dilakukan,” pungkasnya.
Mendengar penjelasan yang begitu gamlang tersebut, pelanggan PLN yang mengeluhkan tagihan listriknya naik ini tersenyum. Penjelasan humas PLN UP3 Jember itu sepertinya perlu di fikirkan dan perlu intropeksi diri. Terutama cara menggunakan dan memanfaatkan barang elektrik yang ada di rumahnya.












