SURABAYA | bidik.news – PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS), anak perusahaan Subholding Pelindo Terminal Petikemas (SPTP) menggelar kegiatan Exercise of International Ship and Port Facility Security Code (ISPS Code) sebagai bentuk perusahaan memastikan kesiapsiagaan terhadap berbagai potensi gangguan keamanan di fasilitas pelabuhan.
Exercise kali ini dihadiri pula oleh tim Kesyahbandaran & Otoritas Pelabuhan (KSOP) Utama Tanjung Perak dan Polres Tanjung Perak. Kegiatan yang melibatkan berbagai unsur organisasi baik internal maupun eksternal ini untuk menguji respons, koordinasi, serta efektivitas prosedur keamanan pelabuhan menghadapi skenario darurat.
Dalam simulasi, TPS diuji menghadapi 3 potensi ancaman sekaligus, yakni unjuk rasa sopir truk, pencurian di area Container Yard (CY) serta serangan siber berjenis Distributed Denial of Service (DDoS) yang mengganggu sistem layanan operasional.
Senior Vice President K3, Lingkungan dan Keamanan TPS, I Nyoman Sudiartha menyampaikan, latihan ini merupakan langkah untuk memperkuat ketahanan fasilitas pelabuhan terhadap ancaman yang terus berkembang, baik fisik maupun digital.
“Simulasi ini bukan hanya bentuk pemenuhan kewajiban regulasi internasional, tetapi juga memastikan kesiapan kami melindungi fasilitas pelabuhan yang berstatus objek vital nasional. Dengan latihan terstruktur seperti ini, kami dapat mengevaluasi kecepatan respons, kesiapan personel, serta efektivitas Port Facility Security Plan (PFSP) yang kami terapkan,” ujarnya, Jumat (21/11/2025).
Selain menguji respons terhadap ancaman, kegiatan ini juga memberi ruang bagi evaluasi komunikasi lintas unit, peningkatan keterampilan identifikasi risiko, serta penyempurnaan prosedur kontinjensi. TPS berharap latihan ini dapat memperkuat budaya sadar risiko dan meningkatkan ketangguhan operasional dalam menghadapi potensi gangguan nyata di masa mendatang, termasuk ancaman siber yang semakin kompleks dan dinamis.
Dengan Exercise ini, TPS menegaskan komitmennya secara konsisten meningkatkan standar keamanan pelabuhan demi menjaga kelancaran arus logistik nasional dan mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia.











