PASURUAN – Sejak diresmikan Bupati Pasuruan HM Irsyad Yusuf, Januari lalu. TPA (Tempat Pembuangan Akhir) sampah Wonokerto Kec Sukorejo, hingga saat ini belum berfungsi sepenuhnya.
Ini dikatakan Kepala DLH (Dinas Lingkungan Hidup) Kab Pasuruan, Heru Farianto saat di konfirmasi usai rapat di kantor DPRD setempat, Senin (29/3) siang ini.
Heru mengatakan masih butuh sarana dan prasarana lainnya yang masih belum disiapkan oleh Pemkab Pasuruan. Untuk itu, Heru ke depan ini akan merangkul dan mencari pihak ke tiga sebagai pengelola sampah agar bisa menjadi ekonomis.
“Memang saat ini Pemkab masih kesulitan mengenai dana tambahan pengelolaan sampah untuk itu dibutuhkan pihak ke tiga untuk menanganinya,” tukas Heru.
Pria bersahaja ini menambahkan TPA Wonokerto masih butuh waktu untuk berfungsi penuh dan maksimal. Pasalnya masih ada sedikit kendala untuk berfungsi normal TPA Wonokerto tersebut. Semisal listrik untuk pengelolaan hingga saat ini masih belum stabil dayanya kadang naik kadang turun, makanya DLH beberapa saat lalu menggandeng pihak PLN agar menambah daya yang ada sekarang ini.
“Jadi hingga saat ini masih ada sedikit masalah yang harus dibenahi agar pengelolaan sampah ke depan bisa terlaksana sesuai dengan harapan Pemkab Pasuruan dan masyarakat,” Imbuh Heru.
Disini, pihaknya tidak main-main mengenai sampah ini, makanya DLH akan mencari partner untuk bisa mengolah sampah kedepannya. Estimasi kami membutuhkan anggaran sekitar Rp 4,5 Miliar untuk membeli alat pengolah sampah agar nantinya sampah menjadi berdaya guna dan mempunyai nilai ekonomi yang tinggi.
“Terus terang aja, kami butuh anggaran sebesar tersebut untuk dapat mengelola sampah ke depannya. Disini, kami butuh pihak ke tiga,” Jelas Heru.
Ia menegaskan masih butuh dana besar untuk TPA Wonokerto yang luasnya sekitar 2 hektar tersebut.












