BANYUWANGI – Kejadian bom bunuh diri di Depan Gereja Katedral Makassar memantik kecaman dari berbagai pihak, salah satunya PC Baitul Muslimin Indonesia (BAMUSI) Kabupaten Banyuwangi.
“Tidak ada toleransi kekerasan dari agama manapun. Karena, berbicara tentang kedamaian Nabi Muhammad SAW memberikan contoh bagaimana ketika fathul makkah dan Islam rahmatan lil ‘alamin,” ucap Fajar Isnaini, Wakil Ketua PC BAMUSI Kabupaten Banyuwangi.
Menurutnya, kejadian bom bunuh diri ini adalah contoh nyata dari serangan terhadap kebhinnekaan yang di susun oleh para founding father bangsa ini. Oleh karenanya, PC BAMUSI Kabupaten Banyuwangi mengutuk dan mengecam keras kejadian didepan gereja Katedral Makassar.
“Mari kita semua bersatu melawan radikalisme dan terorisme, ini menjadi tugas semua anak bangsa untuk mengamankan bangsa ini dari faham-faham ekstrem,” tegasnya.
“Oleh karenanya, kita harus bergotong royong dan bersatu padu melawannya. Kita harus tetap tenang dan waspada sambil menunggu penyelidikan lebih lanjut dari pihak kepolisian,” imbuh pria yang juga akademisi STAI Darul Ulum Banyuwangi ini.(nng)












