BANYUWANGI | bidik.news– Pembalap asal Italia, Nicolo Pettiti, tak bisa menyembunyikan kegembiraannya usai menyelesaikan etape kedua Tour de Banyuwangi Ijen (TdBI) 2025. Bukan hanya karena meraih polkadot jersey sebagai King of Mountain (raja tanjakan), tetapi juga karena euforia masyarakat Banyuwangi yang luar biasa.
“Aku tak berbohong, rasanya seperti ikut lomba di tur dunia. Serasa Tour de France,” ujar Pettiti, pebalap kelahiran 10 Agustus 2002, seusai finis di Banyuwangi, Selasa (29/7).
Antusiasme Penonton Jadi Daya Tarik
Pettiti mengaku terkesan dengan sambutan hangat warga sepanjang rute Alaspurwo – Banyuwangi sejauh 158,8 kilometer.
“Semua orang bersorak menyemangati kami di sepanjang jalan. Sungguh luar biasa. Ini membuat balapan jauh lebih seru dan menyenangkan,” tambahnya.
Baca juga: Ratusan Polisi Kawal dan Amankan Etape Pertama Tour de Banyuwangi Ijen 2025
Balapan Favorit Para Pebalap Internasional
Tour de Banyuwangi Ijen bukan hanya soal tanjakan ekstrem kategori hors catégorie, tapi juga manajemen penyelenggaraan yang rapi dan antusiasme warga yang menjadi magnet tersendiri. Hal itu dibuktikan oleh pengakuan para pebalap internasional, termasuk Jeroen Meijers dari Victoria Sports Pro Cycling (Filipina).
“Rekan saya, Edgar Nieto, sudah ikut TdBI sepuluh kali dan selalu bilang ini salah satu balapan terbaik di Asia,” kata Meijers, peraih yellow jersey (pimpinan klasemen umum) dan green jersey (sprinter terbaik) di etape kedua.
Etape Pertama, Langsung Jatuh Cinta
Meski baru pertama kali mengikuti TdBI, Meijers langsung terpikat. Ia menilai, rute yang menantang dan pemandangan alam Banyuwangi meninggalkan kesan mendalam.
“Saya sudah ikut banyak tur di Asia dan Eropa, tapi atmosfer di Banyuwangi luar biasa. Jalurnya menantang dan sangat aman. Tidak ada mobil di jalan. Ini luar biasa,” ujarnya.
Meijers, kelahiran Belanda 12 Januari 1993, telah berkarier sebagai pebalap profesional sejak 2010. Tahun ini, ia telah mengikuti sejumlah ajang bergengsi seperti Tour of Sharjah (UEA), Tour de Taiwan, Tour of Estonia, Tour of Lithuania, Sibiu Cycling Tour (Rumania), dan The Road Race Tokyo Tama (Jepang).
Baca juga: Pembalap Belanda Jeroen Meijers Jadi yang Tercepat Etape Pertama Tour de Banyuwangi Ijen 2025
Apresiasi dari Bupati Banyuwangi
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, turut mengapresiasi kesan positif para pebalap asing tersebut. Ia menilai antusiasme warga menjadi kunci keberhasilan ajang balap sepeda internasional ini.
“Terima kasih kepada seluruh masyarakat Banyuwangi yang telah menjadi tuan rumah yang luar biasa. Selain bentang alam yang indah, keramahan dan kreativitas warga adalah kekuatan kita,” ucap Ipuk.
Tour de Banyuwangi Ijen edisi ke-10 ini kembali membuktikan diri sebagai salah satu ajang balap sepeda internasional terbaik di Asia, bukan hanya karena rutenya yang ekstrem, tetapi juga karena atmosfer dan semangat kebersamaan masyarakat Banyuwangi yang tak terlupakan.












