BIDIK NEWS | SURABAYA – Maraknya isue yang menyatakan bahwa TNI akan kembali menduduki kursi kepemerintahan RI, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Universitas Islam Malang gelar aksi bertempat di gedung DPRD Kota Malang (Senin, 11/03/19).
Mengingat dari sejarah kelam pada masa orde baru, maka mahasiswa yang tergabung dalam PMII Komisariat Universitas Islam Malang ini merasa trauma dengan terjadinya otoriatisme dalam mengambil keputusan. Karena pada saat itu TNI diikutsertakan dalam persoalan politik praktis, masuk dalam DPR kemudian masuk juga ke dalam lembaga legislatif dan lembaga eksekutif.
Dalam tuntutannya disebutkan bahwa, pertama adalah meminta dewan untuk menolak revisi UU No. 34 Tahun 2004 tentang TNI dalam pasal 47 ayat 2. Yang kedua, meminta TNI untuk meningkatkan profesionalitasnya sesuai dengan porsi tugas dan fungsinya yang telah diatur dalam amanat konstitusi. Kemudian yang ketiga, meminta pemerintah untuk memperhatikan kesejahteraan TNI tanpa harus memberikan peluang kepada mereka untuk masuk ke dalam lembaga sipil.
“Kami harus menyuarakan walaupun wacana ini sudah lama. Karena semisalkan hari ini tidak ada respon dari publik meskipun wacana ini sudah lama, maka tentunya kedepannya tetap akan terjadi dwi fungsi ini.” Jelas Alsaba Igobula kepada media saat diwawancarai.










