PASURUAN I bidik.news – Realisasi pendapatan asli daerah (PAD) dari rumah potong hewan (RPH) di Kabupaten Pasuruan sejauh ini hampir terpenuhi. Sisa dua bulan di akhir tahun 2023 masih kurang sekitar Rp 30 jutaan.
Meski begitu, Pemkab Pasuruan optimistis target PAD dari retribusi penyembelihan hewan itu bisa terealisasi.
Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Pasuruan Ainur Alfiah menguraikan, sepanjang tahun ini, target PAD dari Rumah Potong Hewan (RPH), direncanakan menembus angka Rp 160 juta. Target itu tidak mengalami perubahan di APBD Perubahan 2023.
Target tersebut dibebankan dari 10 RPH yang ada di Kabupaten Pasuruan. Yakni, di RPH Nguling, RPH Gondangwetan, RPH Tutur, RPH Purwosari, RPH Sukorejo, RPH Prigen, RPH Gempol, RPH Bangil, RPH Pasrepan, dan RPH Wonorejo.
“Kami optimistis bisa mencapai target tersebut,” kata Alfiah sapaan akrabnya, saat ditemui di kantor dewan, Rabu siang (21/11/2023) usai rapat Paripurna.
Alfiah menambahkan, sejauh ini, capaian target yang diperoleh sudah mencapai lebih dari Rp 130 juta. Dengan capaian itulah, ia yakin perolehan target bisa terealisasi.
Mengingat, masih ada waktu hingga akhir tahun. “Ada cukup waktu untuk mengejar target tersebut,” Imbuhaanya.
Sementara Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Pasuruan Fauzi memandang, target tersebut dinilainya terlalu rendah. Sehingga, wajar target tersebut bisa dicapai. “Harusnya, memang perlu ada kenaikan PAD dari RPH. Supaya pemasukan untuk daerah juga naik,” ujarnya.
Politisi asal Gerindra ini berharap PAD dari sektor distribusi RPH ini tahun depan harus naik.
“Target harus dinaikkan setinggi mungkin agar PAD meningkat dengan tajam,” tegas Fauzi. (rusdi)











