BIDIK NEWS | JAKARTA. Tidak menutup kemungkinan, Sukmawati Soekarnoputri bernasib akan menjadi seperti Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok jilid 2. Gara-gara puisinya berjudul ” Ibu Indonesia ” dianggap melecehkan Syariat Islam terkait masalah Adzan dan Cadar. Entah apa maksud dan tujuan isi puisi yang dibuat oleh salah satu putri Ploklamator Bung Karno. Namun yang jelas dianggap menyinggung perasaan umat Islam dan dapat menimbulkan kegaduhan baru disaat pemerintah sedang menciptakan kondisi yang kondusif menjelang Pilkada serentak. Bahkan forum yang menjebloskan mantan Gubenur DKI Jakarta , Basuki Tjahya Purnama yang dikenal dengan Forum Umat Islam Bersatu.(FUIB) melapokan Sukmawati Soekarnoputri kepolisi. Namun Sikap FUIB tersebut mendapat apresiasi Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Sodik Mujahid yang menilai laporan FUIB kepolisi sudah tepat, daripada harus melakukan aksi demo di jalanan, ” Laporan pengaduan ke polisi lebih baik daripada demo besar-besaran,” kata Sodik saat berbincang dengan redaksi RMOL., Selasa (3/4). Menurutnya, aksi demo di jalanan secara besar-besaran seperti yang terjadi pada kasus Ahok , yang menyebabkan kegaduhan hanya karena ditumpangi oleh kepentingan tertentu. Jika demo itu nanti ditumpangi kepentingan tertentu, dipastikannya akan terjadi kegaduhan , ” Saya berharap umat Islam lebih bersabar. Tidak melakukan demo yang bisa jadi akan ditumpangi menjadi sebuah kegaduhan,” ujarnya.
Seperti diketahui FUIB melaporkan Sukmawati yang juga adik kandung dari Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri itu kepolisi, lantaran puisi berjudul ‘Ibu Indonesia’ yang dibacakannya dalam ajang ajang Indonesia Fashion Week 2018 di JCC Jakarta beberapa waktu lalu. FUIB menilai dua bait dalam puisi tersebut sangat menyinggung umat Islam. Dimana terdapat bait dari beberapa kalimat yang mengandung unsur SARA, diantaranya adalah “Sari Konde sangat indah lebih cantik dari Cadar dirimu” dan
“Suara kidung Ibu Indonesia lebih merdu dari alunan Adzan”. (Imron).
Text Foto: Sukmawati Soekarnoputri











