BIDIK NEWS | SURABAYA – Belasan pelajar asal Daejeo Junior Busan Metropolitan Korea Selatan (Korsel), dibuat heran dan senang saat berkunjung ke SMP Muhammadiyah 5, Pucang, Surabaya. Mereka adalah siswa yang mengikuti program pertukaran pelajar antar negara.
Mereka langsung disuguhi 2 buah gerobak lengkap dengan adonan tepung beras, kacang hijau dan cetakan bambu untuk membuat jajanan tradisional Putu yang sebelumnya sudah disediakan SMP Muhammadiyah 5 Pucang.
Dengan memakai atribut sarung dan blangkon khas Jawa, pelajar Korsel langsung berkerumun di gerobak. Mereka nampak serius mengikuti arahan sambil menakar adonan jajanan Putu ke dalam bambu-bambu kecil.
Guru mata pelajaran prakarya SMP Muhammadiyah 5 Surabaya, Wahdatul Ummah mengatakan, tujuan pertukaran pelajar agar pelajar saling mengenal tentang budaya, termasuk kuliner lokal.
“Jajanan Putu ini kan makanan khas tradisional Jawa Timur, khususnya Surabaya, makanya kita kenalkan dalam kegiatan ini,” ujarnya, Selasa (15/1).
Sementara Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah 5 Surabaya, Muslikan berharap, dengan belajar membuat kue Putu bersama, para pelajar Indonesia dan Korsel dapat memahami sejarah kuliner Asia, dan Jawa.
“Di dalamnya terkandung makna persamaan dan kesatuan satu benua Asia dari sisi kuliner. Salah satunya melalui kue dari tepung beras yang dicetak menggunakan bambu,” tukasnya. (hari)











