SURABAYA | bidik.news – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Timur mencatat sampai dengan September 2025, Jatim alami inflasi sebesar 2,35%.
Hal itu diungkapkan Debora Sulistya Rini, selaku Statistik Ahli Madya BPS Provinsi Jawa Timur yang mewakili
Kepala BPS Jatim, Zulkipli, Rabu (1/10/20259. Disebutkan Debora, pada September 2025 terjadi inflasi year on year (y-on-y) Jatim sebesar 2,53% dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 108,90.
“Inflasi tertinggi terjadi di Banyuwangi sebesar 3,22 persen dengan IHK 109,89. Dan inflasi terendah terjadi di Kabupaten Gresik sebesar 2,03 persen dengan IHK 107,00,” ujar Debora di kantor BPS Jatim Surabaya.
Ia menerangkan, inflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh kenaikan indeks kelompok pengeluaran, yaitu kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 4,36%, kelompok pakaian dan alas kaki 0,80%. kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 1,33%.
Selanjutnya, kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga 0,45%, kelompok kesehatan 2,12%, kelompok transportasi 0,05%, kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya 1,16%, kelompok pendidikan 1,71%, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran 1,76% serta kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya 11,09%.
Sementara kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks, yaitu kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,54%.
“Tingkat inflasi month to month (m-to-m) dan year to date (y-to-d) Jawa Timur bulan September 2025 masing-masing sebesar 0,23 persen dan 1,67 persen,” pungkas Debora.











