BIDIK NEWS | BALI. BUMN penghasil semen terbesar di Indonesia ini tetap konsis dalam membantu geliat untuk mewujudkan desa wisata Pinge, Tabanan, Bali , dengan mengucurkan bantuan infrastuktur berupa beton yang ramah lingkungan beberapa tahun lalu, kedepan akan di bantu lagi mewujudkan balai ekonomi desa ( balkondes) dan juga jalan lingkar dari beton poros yang ramah lingkungan, demikian disampaikan oleh Kepala Biro Humas Semen Indonesia Sigit Wahono , Jumat (20/4) di Balai pertemuan Desa Wisata Pinge.
“Kami sudah hadir di desa ini 11 Nopember 2016 dengan membantu fasilitas jalan beton cor cepat kering di pintu masuk desa pada areal patung gajah seluas 225 meter persegi, serta jalan paving yang bisa menyerap air seluas 546 meter persegi,” jelas Sigit Wahono di Balai Pertemuan Desa Pinge kemarin.
Keunggulan dari produk inovasi dari PT Semen Indonesia berupa flash concrete yaitu beton cor cepat kering adalah untuk pembangunan jalan atau jembatan , yang hanya butuh beberapa jam setelah pelaksanaan pengecoran, jalan atau jembatan bisa dipergunakan , sehingga tidak mengganggu lalu lintas atau aktifitas dari masyarakat, jembatan yang di cor sore hari, esok paginya sudah bisa di lewati kendaraan.
Sementara produk inovasi lain berupa porous concrete ( paving blok ) yang ramah lingkungan, pasalnya paving ini mampu menahan tekanan yang sama dengan paving lain, dengan keunggulan air masih bisa meresap lewat tengah tengah paving, hal ini untuk menjaga konservasi air hujan langsung meresap kedalam tanah, sementara paving blok yang jenis lama kurang bisa menyerap air dan hanya diantara sambungan antar paving.
Ketua Desa Wisata Pinge, Tabanan , Bali I Made S berharap kepada Semen Indonesia untuk membantu pembangunan Balai Ekonomi Desa yang akan di puat pentas seni / panggung seni secara rutin , dan menyelesaikan jalan lingkar dari paving blok yang ramah lingkungan.
” Kalau Balai Ekonomi Desa segera terbangun untuk pertunjukan baik wisatawan nusantara atau manca negara, sekaligus latihan menabuh gamelan bali, atau juga budaya khas dari Desa Pinge, juga jalan lingkar untuk pejalan kaki dan pesepeda , dan wisatawan dari manca negara mau datang ke desa ini karena suasana yang betul betul tradisional dan tatanan masyarakat yang rapi , rajin ,tertuang dalam hukum adat, ” jelas mantan Kapala KesbangProp Bali.
Lebih lanjut ketua adat ini berharap agar sinyal telekomunikasi di desa tersebut, diperhatikan, pasalnya meski listrik sudah masuk, namun hampir semua jaringan telekomunikasi sangat jelek sinyalnya.
Menteri BUMN yang pernah hadir dan menggandeng 4 BUMN agar bersama sama ikut membantu pengembangan pariwisata di Desa Pinge, antara lain : PT Semen Indonesia , PT Pengelola Candi Borobudur, Prambanan , dan Boko, PT Bank Mandiri. ( ali)
Text foto: Sigit Wahono dan Ketua adat Desa Pinge Tabanan, Bali











