GRESIK- Era terakhir ini lebih dikenal dengan jaman gadget dan cenderung permainan individu, sementara permainan tradisional yang menekankan kebersamaan kurang dikenal oleh anak anak, demikian disampaikan pembimbing rumah belajar anjal Gub Suryo. Ustadzah Iin Budiarti. Minggu pagi (13/6).
” Permainan tradisional yang sudah mengurat dan berakar di tanah air ini, saat ini sudah kurang dikenal oleh anak anak, bahkan terasa asing, kita berharap agar permainan ini tidak punah, ya kita kenalkan pada binaan kita,” jelasnya.
Permainan tradisional anak anak yang sudah ada sejak jaman nenek moyang kita, penuh filosofi baik pendidikan moral, pendidikan kebersamaan, setia kawan, dan sportifitas.
Beberapa permainan yang dikenalkan pada anak binaan dari rumah belajar anak jalanan Terminal Gubernur Suryo : sepur sepuran, obag sodor, engkle.
Obag sodor menurut beberapa orang tua dari kata ” go back to door ” namun karena lidah Jawa lebih mudah di sebut dengan obag sodor.
Obag sodor adalah 2.tim yang secara bergantian untuk memasuki daerah lawan, sementara tim lawan menghalangi dengan hanya menyentuh badan lawan.
Ny Suliwa (60) orang tua anjal yang sudah tinggal di lingkungan terminal Gub Suryo selama 20 tahun merasa senang bisa melihat anak dan cucunya dengan ceria memainkan beberapa permainan tradisional.
” Saya sudah cukup lama tidak melihat anak anak bermain obag sodor, engkle, dakon, sepur sepuran, dan aneka macam permainan tradisional yang mengajarkan kebersamaan, meski tidak satu tim namun tetap berteman,” paparnya. ( ali )











