PASURUAN I bidik.news – Jumlah pasien Hermodialisasi (HS) atau cuci darah akibat penyakit gagal ginjal di Kabupaten Pasuruan per-tahunnya terus meningkat.
Seperti halnya di RSUD Bangil lima tahun ini tercatat ada peningkatan mulai tahun 2019 hingga 2024.
M Hayat Humas RSUD Bangil, mengatakan bahwa peningkatan pasien ini sangat signifikan setiap tahunnya.
“Jumlah pasien karena terkena HS di RSUD Bangil terus bertambah setiap tahunnya, untuk itu kami fasilitasi pelayanan sebaik mungkin agar pasien gagal ginjal bisa cuci darah dengan nyaman,” tegasnya.
Ditambahkan, sejak tahun 2019 lalu kasus HS ini berkisar sekitar 4.463. pada tahun selanjutnya yakni tahun 2020 pasien sempat menurun menjadi 4.061 pasien. Kembali melonjak pada di tahun 2021 hingga menjadi 5060 pasien yang dirawat karena HS.
Dan sejak tahun 2022 kasus HS terus meningkat drastis hingga 8.222 pasien dalam setahunnya. Tak berhenti disitu, pasien penderita gagal ginjal terus merangkak naik pada tahun 2023 menjadi 10.157 pasien.
“Dan Untuk tahun 2024 ini selama lima bulan sudah mencapai 4.646 pasien. Pada bulan Januari kasusnya 935, Februari 892, Maret 936, April 922, dan Mei 961,” jelas Hayat.
Diketahui kasus HS ini Ibanyak disebabkan oleh pemuda yang tidak menjaga pola makannya. Sehingga ginjal tidak bisa menyaring kotoran dan kelebihan cairan darah dan apabila ginjal tidak berfungsi, kotoran menumpuk.
“Di sinilah, letak permasalahan nya. Jadi tolong pola makan dijaga dengan baik agar kasus gagal ginjal dapat di minimalisir sejak dini,” harap Hayat. (rusdi)











