PASURUAN I bidik.news – Pasca penandatanganan nota kesepahaman (MuO) dengan Universitas Negeri Airlangga (Unair) Surabaya. RSUD Bangil langsung berkolaborasi untuk membangun ekosistem pendidikan medis yang lebih inklusif dan berdampak langsung ke masyarakat.
Kolaborasi Nyata ini menyangkut Pendidikan, Riset, dan Layanan kesehatan terbaik kepada masyarakat.
Dalam sambutannya, Prof Madyan saat itu menekankan bahwa kolaborasi ini bukan sekadar kerja sama administratif, tetapi bagian dari upaya serius UNAIR dalam mengintegrasikan pendidikan, riset, dan layanan kesehatan.
“Kehadiran para pimpinan ini mencerminkan kesungguhan kita untuk berkolaborasi, baik dalam pendidikan maupun riset bersama rumah sakit,” ujarnya.
Menurutnya, integrasi antara dunia akademik dan layanan medis akan melahirkan tenaga kesehatan yang tidak hanya unggul secara teori, tetapi juga matang secara praktik. Mahasiswa akan mendapatkan pengalaman klinis nyata yang relevan dengan kebutuhan di lapangan.
“Kolaborasi ini tidak hanya meningkatkan pelayanan kesehatan, tapi juga memperkuat proses pembelajaran dan kompetensi tenaga kesehatan di masa depan,” tambahnya.
Ia pun berharap nota kesepahaman ini segera ditindaklanjuti dalam bentuk program kerja yang lebih konkret dan aplikatif.
Direktur RSUD Bangil, Arma Roosalina, menyatakan kesiapan pihaknya menjadi rumah sakit pendidikan satelit.
Menurutnya, tingginya jumlah kunjungan pasien justru menjadi peluang besar bagi mahasiswa kedokteran dan tenaga kesehatan untuk belajar langsung dari beragam kasus nyata.
“Kunjungan pasien dengan berbagai kasus cukup tinggi, sehingga ini menjadi peluang besar bagi pendidikan dokter dan spesialis untuk belajar,” jelas Arma, Selasa (14/4/2026) siang.
Meski begitu, ia memastikan bahwa pelayanan kepada masyarakat tetap menjadi prioritas utama. Kolaborasi ini diharapkan mampu berjalan beriringanmeningkatkan kualitas pendidikan tanpa mengorbankan layanan publik.
“Semoga kerja sama ini bisa berjalan jangka panjang dan memberi manfaat luas, baik bagi masyarakat maupun peserta didik,” pungkas wanita berjilbab ini. (rusdi)











