BIDIK NEWS | JAKARTA – Acara reuni 212 yang ditempatkan di Monas menjadi momen sejarah yang luar biasa, Pasalnya sholat berjamaah dengan jutaan umat ini bisa dikatakan hanya terjadi dua tempat di muka bumi ini, Yaitu Mekkah dan 212 Monas, bahkan peserta yang hadir kali ini bisa melebihi aksi 212 pada tahun 2016.
Uniknya lagi yang hadir kali ini bukan hanya dari kalangan muslim, Namun banyak juga dari kalangan Non Muslim baik kristen Hindu Budha, mereka menyatu berbaur dengan peserta tanpa kwatir akan adanya diskriminasi. Sehingga cap intoleransi yang kerap dialamatkan kepada sebagian umat Islam perlahan-lahan memudar . Hebatnya lagi , anggapan itu dimentahkan warga dari kalangan nonmuslim sendiri .
Mereka umumnya menjadi saksi dan ikut merasakan ketenteraman berada di tengah jutaan orang dalam reuni akbar mujahid 212 di Monas, Minggu (2/12/2018). Mereka merasa tidak terganggu, sebaliknya malah dihormati oleh peserta yang kebanyakan muslim. Meski ada segelintir oknum yang tidak suka adanya reuni alumni 212 sampai melakukan aksi demo ke Balai Kota Jakarta,bahkan melakukan pengancaman akan melakukan sesuatu hingga penyusupan,namun tidak menyurutkan niat ikhlas para peserta dari seluruh indonesia ini untuk datang menghadiri reuni 212 yang beragendakan Istighosah sekaligus memperingati Maulid Nabi.
Saking girah dan semangatnya sampai ada yang berjalan kaki membelah bukit naik turun hingga ratusan kilo meter agar bisa nyampai ke Jakarta menuju Monas tepat pada waktunya. Pantauan awak media ini yang turut hadir ditengah tengah lapangan Monas juga terpantau pula beberapa lembaga kemasyarakatan yang seakan tidak mau ketinggalan untuk menyiapkan logistik, secara antusias mereka nampak menyambut dengan haru kehadiran para peserta mujahid dari berbagai daerah ini dengan membagikan berbagai minuman dan makanan,
Salah satu di antaranya dari Partai Muslim Demokrat di Jalan Juanda Raya No 4 A dengan membuka posko logistik menyambut para jamaah peserta alumni 212 tepat dikantor DPP Partai Muslim Demokrat yang dipimpin langsung oleh Presiden Partai PMD (Gus Joy) , Sekjen (Agus P.) dan Dewan Pakar PMD (Sunardjo S. JD), dalam perjuangan tersebut, selain Presiden Partai Muslim Demokkrat dan Sekjen juga didukung Panitia, dan relawan: Abu Yani, SH., Syawal, Maman Bambang Sumantri, Zainul Arifin, Nonik, Arif, Dani Boy, Nur Hasanah, Nurcholis Ali SH dan Banyak Lagi .
Partai Muslim Demokrat selaku tuan rumah dalam Posko, mengucapkan terimakasi kepada lembaga lembaga yang ikut partisipasi: AAN., YGM., SSI. Tidak lupa kami juga mengucapkan terima kasih kepada Pak Erick Bu Dewi DAN Bu Maria Ulfa. Alhamdulillah, bertepatan Reoni Alumni 2-12-2018.
Banyak sekali dari DPC DAN DPW mengambil Mandat untuk pembentukan Partai Muslim Demokrat (PMD), di Wilayah dan Daerah Masing masing, yang hadir bukan hanya dari penjuru infonesia, jnamun uga datang dari DPC luar Negri terang Gus Joy (Clis)











