BIDIK NEWS | JEMBER – Memasuki hari ke-11 Ramadhan, umat muslim menjalankan ibadah puasa dengan berbagai pernak-pernik mengiringi ke seharian mulai sahur hingga menjelang berbuka puasa.
Mulai menyiapkan juadah berbuka, sholat tarawih bersama, tadarus Alqur’an dan di akhiri dengan jalan pagi rame-rame setelah sholat subuh.
Jika kita melihat segerombolan muda-mudi, para orang tua yang beramai-ramai berjalan kaki, itu bukanlah pemandangan demo, melainkan kegiatan jalan santai yang spontan di laksanakan setiap kali Ramadhan.
“Kegiatan jalan santai yang kita lakukan setelah sholat subuh beramai ramai ini seakan sudah menbudaya di kalangan masyarakat Jember saat tiba Ramadhon,” terang Arini (24) warga Curahmalang Rambipuji Jember, Senin (28/5).
Hal senada juga dilontarkan imro’ati (14), tujuannya jalan pagi ramai-ramai seusai sahur dan sholat subuh, selain menghilangkan stres juga untuk mencari pacar.
Tapi Salama (40), warga setempat sangat menyayangkan ditengah-tengah suasana jalan pagi, masih ada sebagian anak muda yang mengendarai motor dengan suara keras dan ugal-ugalan di jalan. “Kami berharap ada pemantauan dan penindakan dari pihak kepolisian, karena anak anak ini bawa motornya ugal-ugalan, bahkan sering main petasan,” katanya resah.
Menyikapi hal tersebut, Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo menghimbau kepada seluruh masyarakat Jember yang sedang menikmati suasana Ramadhan agar tetap mematuhi aturan dan senantiasa menjaga ketertiban.
“Jangan bermain petasan, nanti akan bermasalah dengan hukum. Mari kita jaga bersama kesucian bulan Ramadhan ini agar terhindar dari perbuatan yang tidak kita inginkan,” pesan Kusworo. (Monas)









