BIDIK NEWS | SURABAYA – Rekontruksi kasus dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oknum perawat National Hospital, Zunaidi Abdilla (30) digelar pada rabu malam,(31/1).
Sayangnya rekontruksi itu sangat tertutup sehingga awak media tidak bisa meliputnya.
Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Rudi Setiawan menjelaskan, rekonstruksi memainkan 31 adegan. Mulai dari saat pasien berinisial WD masuk ke dalam ruang operasi, ruang recovery, sampai selesai menjalani operasi. “Rekonstruksi berlangsung lancar tanpa kendala,” jelas Rudi kepada wartawan, Kamis (1/2).
Rekonstruksi dilakukan untuk melengkapi berkas penyidikan. Sejauh ini, pengakuan yang disampaikan Zunaidi sama dengan yang diperagakan saat reka ulang adegan.
Polisi tidak menghadirkan WD sebagai korban saat rekonstruksi. Korps berseragam cokelat menggunakan pemeran pengganti. “Kalau tersangka jelas dihadirkan,” ungkap alumnus Akademi Kepolisian (Akpol) 1993 tersebut.
Selanjutnya, penyidik Satreskrim segera melampirkan hasil rekonstruksi pada berita acara pemeriksaan (BAP). Secepatnya jika sudah rampung, polisi segera mengirim berkas ke Kejaksaan.
Seperti diberitakan, kasus dugaan pelecehan di National Hospital terungkap setelah beredarnya video di media sosial. Dugaan pelecehan dilakukan saat pasien berinisial WD berada di bawah pengaruh obat bius.
Polisi lantas menangkap Zunaidi, Jumat (26/1). Dia ditangkap di sebuah hotel di kawasan Lakarsantri. Sehari kemudian, polisi resmi menetapkannya sebagai tersangka. Zunaidi meminta maaf kepada korban dan keluarganya atas tindakan asusilanya tersebut.(Riz)











