JEMBER | Pelaksanaan Proyek Pembangunan Penahan Badan Jalan Yang berlokasi di jalan poros Dusun Kedungsumur Desa Jambearum Kecamatan Puger Jember yang tidak jelas dari mana asal proyek dan berapa anggaranya terus menimbulkan banyak tanda tanya, Sabtu (30/11/2019)
Bagaimana tidak, setiap warga yang lewat di jalur tersebut hanya melihat tumpukan material berupa batu dan pasir yang ada di badan jalan serta aktifitas pekerja namun tidak tahu proyek apa yang sedang mereka kerjakan. Hal tersebut dikarenakan tidak adanya petunjuk atau informasi berkaitan pelaksanaan kegiatan.
Keluhan berkaitan keberadaan proyek tersebut disampaikan oleh salah satu tokoh masyarakat setempat, ya mas berkaitan proyek ini kami tidak tahu menahu karena memang tidak ada sosialisasi ke lingkungan. ”Yang kami tahu,tiba-tiba material sudah turun di lokasi tampa adanya pemberitahuan, lebih parah lagi material yang digunakan kwalitasnya jelek sekali.”
“Secara jelas kami tidak tahu persis ini proyek siapa dan dari mana,yang pasti ini bukan proyeknya Desa,” tuturnya.
Beberapa warga yang berkumpul tidak jauh dari lokasi proyek yang sempat di temui oleh wartawan Bidik menyampaikan ” ya begini ini mas,kalau proyek dari pusat tidak terkontrol main asal saja, pengawasanya tidak ada,”keluhnya.
Imro’ati Kepala Desa Jambearum saat di konfirmasi terkait keberadaan proyek di Desanya dan banyaknya keluhan warga menyampaikan” saya tidak tahu persis siapa pelaksana proyek ini dan dari mana anggaranya, yang pasti ini bukan proyeknya Desa,” jelasnya.
“Tidak ada pemberitahuan atau sosialisasi kepada kami,sampai proyek ini berjalan, pihak Desa belum pernah bertemu dengan pelaksana proyek,” tegasnya.
Sebagai pemangku wilayah,kami sangat senang sekali kalau ada warga yang punya program untuk pembangunan dan kemajuan Desa,namun harus tetap mematuhi prosedur yang ada sehingga tidak menimbulkan komlin dari warga.
” Kami tidak punya kewenangan untuk memberhentikan proyek ini,namun kami harap pihak yang bertanggung jawab (Pokmas atau pelaksana) bisa lebih memantau pelaksanaan proyek tersebut,”
Maraknya proyek-proyek tampa papan nama yang ada di Desa-Desa saat ini menjadi sorotan banyak pihak,Paidi Indrawan, LSM Permadani pun angkat bicara, ” ini sangat memprihatinkan sekali,begitu banyak proyek proyek yang dilaksanakan di Desa tidak memasang papan proyek,” tegasnya.
Apalagi informasi yang kita terima,kebanyakan proyek tersebut berasal dari Hibanya Dewan Provinsi Jawa Timur yang bersumber dari APBD Provinsi Jawa Timur anggaran 2019.
” Ini harus menjadi perhatian kepada aparan penegak hukum baik Jaksa maupun pihak Kepolisian agar bisa turun langsung ke lapangan dan memeriksa proyek tersebut,” punkasnya.










