BANYUWANGI | bidik.news – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi secara bertahap terus melakukan upaya penanganan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) melalui Program Kegiatan Bantuan Stimulan Rumah Tidak Layak Huni (BSRTLH).
Kegiatan yang dilaksanakan Dinas PU Cipta Karya, Perumanan dan Permukiman (CKPP) ini, merupakan kegiatan yang diadopsi dari Program Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat yaitu Bantuan Stimulan Rumah Swadaya (BSPS).
Kolaborasi BSPS dan BSRTLH pada Tahun Anggaran 2024 ini, ditargetkan dapat meningkatkan kualitas hunian masyarakat sebanyak 426 unit rumah (penerima bantuan).
Plt. Kepala Dinas PU CKPP Banyuwangi, Suyanto Waspo Tondo Wicaksono melalui Kepala Bidan Perumahan dan Permukiman, Edi Purnomo mengatakan, pelaksanaan pembangunan untuk rumah masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) telah diatur dalam Peraturan Bupati Banyuwangi Nomor 40 Tahun 2023 tentang kemudahan perijinan dan nonperijinan pembangunan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Dari dana APBN 2024 tahap II, BSPS di Banyuwangi telah merenovasi sebanyak 240 unit rumah tidak layak huni, yang berlokasi di delapan desa dan tersebar di empat kecamatan.
“Untuk tahap II progresnya saat ini sudah selasai 100 persen,” ujar Edi.
Sedangkan, untuk APBN tahap XIX jumlahnya ada 90 unit, berlokasi di enam desa di enam kecamatan. Saat ini masih dalam tahap pelaksanaan, ditargetkan selesai pada 10 Desember 2024.
“Progres fisik perbaikan rumah MBR untuk tahap XIX ini rata-rata 50-75 persen,” ungkapnya.
Bantuan dari APBN dan APBD tersebut nilainya sama, tiap rumah MBR masing-masing memdapat bantuan senesar 20 juta.
Pelaksanaan kegiatan tersebut, kata Edi, prosesnya dari administrasi survey yang dimulai pada awal tahun 2024, kemudian ditindaklanjuti oleh Balai Perumahan Provinsi Jawa Timur (Jatim).
“Setiap kegiatan BSPS,
Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian PUPR
akan melibatkan tenaga fasilitator lapangan untuk di tempatkan di Banyuwangi,” tandasnya.
Untuk kegiatan bantuan yang bersumber dari APBD Banyuwangi, saat ini telah dilaksanakan pembangunan rumah MBR sebanyak 98 unit.
“Semoga program BSPS dan BSRTLH ini dapat segera terselesaikan dengan baik dan lancar, agar segera dapat dimanfaatkan oleh penerima bantuan yakni mempunyai rumah yang layak huni dengab harga terjangkau,”pungkas Edi. (nng)











