SIDOARJO l bidik.news – Pasca pelantikan kepala desa kalipecabean kecamatan candi kabupaten Sidoarjo yang dilaksanakan bulan Juni , Kepala Desa (Kades) Kalipecabean terpilih, Safarid memaparkan program kerja prioritas dalam 100 hari pertama masa jabatannya. Penanganan masalah banjir menjadi fokus utama yang akan segera dieksekusi demi kenyamanan dan keselamatan warga desa.
Safarid mengungkapkan bahwa langkah awal penanganan banjir di wilayahnya telah mulai berjalan dengan dibangunnya sejumlah infrastruktur pendukung. Ke depannya, ia menargetkan penambahan fasilitas berupa mesin pompa air untuk memaksimalkan penanggulangan genangan.
” Usai saya dilantik Insyaallah nanti kita mengupayakan beberapa hal terkait penanganan banjir. Saat ini, beberapa titik pintu air sudah dibangun. Ke depannya kita berharap ada pompa air. Kita juga akan berkomunikasi dan meminta dukungan dari anggota dewan DPRD tingkat 2 maupun DPRD tingkat 1 barangkali ada yang bersedia untuk menjalin kerja sama,” ujar Safarid saat menggelar pasar rakyat di perumahan Mentari Bumi Sejahtera ( MBS ) pada Minggu ( 7/6/2026 ).
Pembentukan Tim Khusus Penanganan Banjir
Selain berfokus pada pengadaan infrastruktur fisik, Kades Safarid juga berencana membentuk Tim Khusus Penanganan Banjir di tingkat desa. Tim ini nantinya akan bertugas memetakan dan menangani titik-titik rawan banjir di area perkampungan, termasuk menindaklanjuti laporan di sekitar wilayah Taman Puspa.
Safarid menegaskan bahwa eksekusi program akan dilakukan secara cermat dan bertahap berdasarkan kajian di lapangan. “Kita buat tim dulu untuk penanganan banjir. Setelah itu, rekomendasi dari para pengawas di lapangan akan kita laksanakan secara bertahap dan terukur. Pelan-pelan saja, yang penting pasti,” tambahnya.
Sementara itu menanggapi isu penyakit TBC yang tinggi di kabupaten Sidoarjo , pengurus ranting NU desa kalipecabean akan melakukan pencegahannya di wilayah Kalipecabean.
Sebagai pejabat yang baru dilantik, Safarid secara terbuka menyatakan bahwa ia akan terlebih dahulu mempelajari situasi kesehatan di desanya sebelum mengambil kebijakan strategis. Ia berkomitmen penuh untuk segera menjalin koordinasi dengan pihak-pihak terkait.
“Kami akan pelajari terlebih dahulu karena ini merupakan masukan yang sangat penting. Nanti kita cari tahu seperti apa langkah penanganannya (treatment). Pasti akan ada tindak lanjut, harap bersabar,” jelas Safarid.
Lebih lanjut, ia memastikan bahwa Pemerintah Desa Kalipecabean akan berkoordinasi secara intens dengan Dinas Kesehatan untuk menekan angka penularan TBC. “Kemungkinan besar nanti apapun itu akan kita upayakan. Karena saya masih baru dan masih mempelajari jalur birokrasinya, ke depan kerja sama terkait penanganan TBC pasti akan kita upayakan,” pungkasnya. ( Rofik )











