GRESIK – Menerapkan CHSE (Cleanliness, Health, Safety, Environtement Sustanbility) di sektor pariwisata, merupakan terobosan di sektor pariwisata agar bisa bertahan di tengah pandemi Covid-19. demikian disampaikan anggota Komisi X DPR RI, Prof Zainudin Maliki, seusai FGD Review UU nomor 10 tahun 2009 tentang kepariwisataan di Gedung Dakwah Muhammadiyah, Kamis (27/5).
“Kalau jaminan ini ada, peluang untuk bangkit itu ada. Mulai dari kebersihan, kesehatan, keamanan dan lingkungan yang bagus harus diperhatikan. Bagaimana CHSE dilakukan. Insya allah ditengah bisa melakukan terobosan, menemukan celah ditengah – tengah pandemi covid-19 dengan payung CHSE,” jelasnya.
Untuk bisa menerapkan itu, perlu anggaran, komitmen, lingkungan bagus dan menunjang. Politisi PAN ini meminta pemerintah dalam menekan curva Covid-19.
Agar sektor wisata bisa bangkit dan aktif kembali, baik pemerintah maupun seluruh komponen masyarakat mesti saling bahu membahu untuk menurunkan angka penyebaran Covid.
“Pemerintah daerah harus serius dalam penekanan curva rate covid, positif rate turun, tren menurun, pariwisata bisa dibuka. Positif rate turun, bisa jadi inidkator membuka usaha di bidang pariwisata,” paparnya.
Pihaknya juga berharap agar vaksinasi selain menyasar para pelaku sektor wisata dan pelaku UMKM. Para perguruan tinggi bisa bergerak cepat melakukan riset vaksinasi. Selama ini vaksin dalam negeri dan vaksin impor luar negeri
“Kita terkendala dalam menemukan vaksin dalam negeri,” tutupnya.
Dalam review UU nomor 10 tahun 2009 tentang pariwisata, sebagai respon upaya mengembangkan pariwisata. Meningkatkan partisipasi lebih luas, kemudahan akses para pelaku pegiat pariwisata, menjadi concern utama.
Semangatnya seperti Cipta Kerja, tidak hanya memberi kemudahan investasi, tetapi juga memberi ruang agar semua investor ingin investasi di pariwisata harus benar-benar peduli UMKM, harus benar peduli pegiat ekonomi pariwisata kreatif di tingkat lokal. (ali)











