MAGETAN – Rebranding wisata alam, Perum Perhutani menggelar safari bermotor (touring) bertajuk ‘Board of Directors (BoD) Messages to Frontliners’ yang disampaikan langsung kepada para pengelola hingga jajaran paling depan mulai Kamis – Sabtu (11-13/11/2021).
Touring mengambil start di wisata Gunung Puntang Jawa Barat lalu menyusuri lintas selatan Pulau Jawa menuju Pantai Menganti di Jawa Tengah dan berakhir di wisata Mojosemi Magetan Jawa Timur.
Direktur Komersial Ahmad Ibrahim mengatakan, rebranding wisata alam dilakukan melalui peningkatan kualitas produk dan pelayanan, sesuai program strategis Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk mendorong brand image wisata yang dikelolanya.
“Hal itu dilakukan untuk menangkap peluang pasca pandemi Covid-19, karena diperkirakan akan terjadi ledakan pengunjung (rebound) ekowisata,” katanya, Sabtu (13/11/2021).
Menurut Ibrahim, pandemi Covid-19 telah mengubah lanskap industri pariwisata serta perilaku konsumen atau wisatawan yang telah menyesuaikan diri dengan kondisi new normal. Para pelaku di industri pariwisata, katanya, harus bisa segera beradaptasi dengan ‘era disrupsi’, yaitu era dimana terjadinya perubahan besar-besaran yang disebabkan adanya inovasi yang mengubah sistem dan tatanan bisnis ke taraf yang lebih baru agar bisa bertahan dan bangkit.
“Rebranding wisata alam Perhutani dilaksanakan secara bertahap, untuk tahun 2021 ini terdapat 2 lokasi wisata, yaitu Wana Wisata (WW) Gunung Puntang dan WW Ranca Upas yang melaksanakan 5 action plan secara lengkap,” ujarnya.
Menurutnya, ada 5 kegiatan utama action plan dalam rebranding wisata tersebut, pertama, penerapan Standar pariwisata untuk meningkatkan kualitas produk, pengelolaan dan pelayanan (Cleanliness Health Safety & Environment Sustainability (CHSE – Indonesia Care) Kemenparekraf dan SNI Pengelolaan Pariwisata Alam 8013:2014).
Kedua, digitalisasi melalui pengembangan Virtual Reality, payment gateway, dan integrasi Union E-ticketing Perhutani untuk memudahkan pemantauan kinerja secara real time melalui sistem dashboarding.
Ketiga, penambahan dan Perbaikan fasilitas untuk meningkatkan daya tarik wisata, kualitas aksesibilitas dan daya saing.
Keempat, pengembangan produk diversifikasi dan wisata minat khusus untuk meningkatkan customer experience, customer spending dan revenue generator.
Dan kelima, Product Identity Branding, yaitu untuk mempromosikan brand wisata Perhutani melalui penempatan Logo and Brand Message pada berbagai media.
Safari bermotor diikuti BoD Perum Perhutani, antara lain Direktur Komersial Ahamad Ibrahim, Direktur Operasional dan Perhutanan Sosial Natalas Anis Harjanto, Direktur Keuangan & Manajemen Risiko Kemal Sudiro serta Kepala Divisi Perhutani Kantor Pusat.
Kedatangan BoD Perhutani di wisata Genilangit Kab. Magetan disambut Kepala Perhutani Divre Jatim Karuniawan Purwanto Sanjaya dan Bupati Magetan Suprawoto.
Karuniawan mengatakan, agar kegiatan ‘BoD Messages to Frontliners’ ini tidak hanya untuk bidang wisata saja. Dia berharap bisa diterapkan pula pada bidang lainnya, yaitu mulai bidang pengelolaan sumberdaya hutan sampai ke bidang penjualan, sehingga dapat meningkatkan pendapatan perusahaan.
“Diwilayah kerja Perhutani Jawa Timur ada 8 lokasi wisata yang berproses melaksanakan rebranding wisata alam yaitu, Tanjung Papuma, Padusan, Kakek Bodo, Dlundung, Putuk Truno, Foresta Resort Tretes, Coban Rais dan Coban Talun,” pungkas Karuniawan.











