BIDIK NEWS | SURABAYA – Untuk menanggulangi permasalahan lingkungan yang kerap terjadi di masyarakat khususnya banjir, Organisasi Pramuka Jawa Timur mengadakan kegiatan “ Gerakan Sejuta Biopori Pramuka Jawa Timur “. Kegiatan ini dilakukan secara simbolis, tepatnya berada di halaman SDN Simokerto 1 Surabaya, dengan mengundang berberapa pihak- pihak terkait. Jum’at (23/02).
Adapun dalam undangan kegiatan kali ini turut hadir Kapolsek Simokerto Kompol Masdawati SH. MH, Danramil Mayor Sutardji, Camat Simokerto Roem Hartono dan Sekretaris Kelurahan Simokerto, Kepala Kantor Wilayah Sudirman, Kepala Sekolah SDN Simokerto Edi, Ketua Kwartir Simokerto Titik yang sekaligus Kepala Sekolah SDN Simokerto V beserta para pengurus pramuka kwartir cabang Simokerto.
Gerakan ini merupakan kegiatan untuk membuat lubang resapan biopori dengan harapan dapat mengurangi genangan air yang menyebabkan banjir, menyuburkan tanah, mengelola sampah organik dan sekaligus menabung air.
Pembuatan resapan biopori dilakukan dengan melakukan pengeboran ke tanah sedalam lebih kurang 1 m dan diameter silindris 10 cm. Setelah di bor, sampah organik di masukan ke dalam lubang tersebut. Ini akan berfungsi untuk memberi makanan pada flora – fauna agar membentuk biopori ditanah.
Menurut Ketua Kwartir Simokerto Titik, terdapat empat cara untuk mengatasi permasalahan lingkungan khusunya banjir. Cara tersebut adalah membuat danau, memperbanyak pembuatan gorong-gorong, membuat sumur resapan, dan mendaur ulang air hujan.
“ Pembuatan lubang biopori ini adalah cara yang paling murah dan sederhana. Semua orang bisa, dan biayanya relatif murah,” terangnya.( Jaka)






